Hati-Hati, Radikalisasi Justru Terjadi di Penjara
JAKARTA - Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla memiliki pendapat kalau sistem radikalisasi sebagai pangkal terwujudnya teroris malah berlangsung didalam penjara.
Hal semacam ini jadi fenomena yang ramai berlangsung di sebagian negara muslim didunia. Dalam soal ini, Ulil mencontohkan Sayyid Qutb sebagai tokoh ideolog radikal dunia yang juga alami radikalisasi didalam bui.
" Fenomena menarik di sebagian negara Islam seperti Mesir, serta kita juga disini, aktivis-aktivis muslim anak muda itu alami radikalisasi bukanlah hanya lewat doktrinasi diluar penjara. Namun malah penjara itu bikin mereka yang awal mulanya radikal jadi lebih radikal, " kata Ulil selesai diskusi terorisme di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2016).
Penjara, termasuk juga yang berlangsung di Indonesia, belum dapat jadi usaha deradikalisasi untuk teroris, malah bikin memahami mereka lebih radikal lantaran perlakuan yang kurang pas.
" Jadi penjara itu alih-alih bikin mereka kapok dari ideologi radikal, malah bikin mereka jadi lebih radikal, " kata dia.
Menurut Ulil, hal semacam ini mesti jadi perhatian pemerintah, mengingat ideologi radikal di Indonesia tumbuh dengan subur, serta sudah tiba pada step meneror kehidupan berbangsa.
" Itu sebagian bebrapa grup radikal atau sebagian orang diambil jadi anggota grup radikal itu kan di penjara, bukanlah diluar. Karenanya menurut saya butuh jadi perhatian pemerintah. Penjara kita malah bikin orang yang awal mulanya bebrapa umum saja jadi radikal, pasti itu mesti dipikirkan, " terang Ulil.
Ulil juga melihat usaha pemerintah dalam program deradikalisasi sampai kini mesti dievaluasi. " Butuh dievaluasi lah bagaimanakah agar program deradikalisasi sampai kini itu lebih pas tujuan. Lantaran memanglah terdapat banyak masalah yang itu bisa dikatakan sebagai kecolongan, " tukasnya.
(adt)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment