Polisi Sempat Tak Sadari Serangan Pertama Ada di Starbucks
JAKARTA - Serangan teroris di Jalan Thamrin, dekat Sarinah, benar-benar sangat mengagetkan. Tidak cuma orang-orang, polisi juga dikagetkan dengan peristiwa itu.
Awalannya, polisi tak mengerti bahwa ledakan pertama kalinya nampak dari dalam gerai Starbucks. Polisi serta orang-orang cuma mengerti berlangsung suatu ledakan di pos polisi di Jalan Thamrin, depan Gedung Sarinah. Hal itu disibakkan Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Tito Karnavian waktu bersua dengan beberapa pemimpin Redaksi mass media di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/1/2016).
Dalam pemaparan CCTV dari Gedung Jaya, Jalan Thamrin, terlihat asap mengepul sebagian menit lebih dulu sebelumnya ledakan di pos polisi yang berlangsung sekira jam 10. 39 WIB. Dua menit lalu beberapa polisi berdatangan dari arah Monas, namun segera memperhatikan pos polisi yang rusak serta tiga sosok yang tergeletak di jalan.
“Polisi (waktu ini) tak cermati Starbucks, lantaran mereka saksikan tiga korban tergeletak di depan pos polisi, ” terang Tito. Dengan cara psikologis waktu ini, pasti masih tetap membingungkan serta lihat tiga orang tergeletak serta pos rusak. Asumsi pertama, sudah pasti bom meledak di pos polisi.
Terjadinya serangan di Starbucks baru di ketahui sesudah Afif serta Ali sukses ditembak sampai tewas. Waktu ini, tampak kaca starbucks pecah. “Awalnya kita fikir ini efek dari ledakan paling akhir pelaku teroris. Namun, nyatanya waktu Gegana mengecheck dijumpai jenazah dengan lubang dibagian badannya. Dari situlah kami berkesimpulan sudah berlangsung tindakan bom bunuh diri di tempat itu, ” ungkap Tito.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment