Erdogan Ancam Pidanakan Akademisi yang Tentang Kebijakannya
ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mencerca pihak akademisi Turki yang berani-berani menentang kebijakannya. Ia memperingatkan golongan intelektual untuk berhenti mencemooh kebijakannya sebelumnya mereka jatuh ke lubang pengkhianatan serta terima konsekwensinya.
“Para akademisi itu sudah tunjukkan muka asli mereka yang jelek rupa, sesudah saat ini mereka melepas topengnya. Mereka memuntahkan kebencian atas nilai-nilai serta histori yang diyakini bangsa itu lewat tiap-tiap aksi serta petisi yang mereka sebarkan tersebut buktinya, ” tukas Erdogan di kantor kepresidenannya, seperti diambil dari Middle East On-line, Kamis (21/1/2016).
Kemarahan orang nomer satu di Turki itu memanglah bukan tanpa ada karena. Sekurang-kurangnya 1. 200 akademisi sudah di tandatangani suatu petisi yang mengkritik kebijakannya menggempur grup pemberontak Kurdi di lokasi tenggara.
Sekurang-kurangnya juga 18 orang telah ditahan untuk menyelidiki asal usul, maksud serta maksud petisi ini. Erdogan sendiri meyakinkan bakal ada konsekwensi besar yang dijamin beberapa pencelanya.
“Kalian fikir kalian dapat mengganggu kesatuan bangsa itu, serta selalu mempunyai kehidupan yang nyaman dengan pertolongan upah yang kalian terima dari negara serta tak ada harga yang butuh kalian bayar karenanya semuanya? ” ancam dia.
Menurut dia, kritik dari golongan terpelajar di negaranya hanya sampah. Ia bahkan juga menyamai mereka dengan beberapa pengkhianat yang bisanya cuma merugikan serta membawa kehancuran untuk negara.
Terlebih dulu, Pemimpin Partai Keadilan serta Pembangunan (AKP) ini dapat tak terima dikatakan sebagai diktator oleh oposisinya, Pemimpin Partai Rakyat Republik (CHP) Kemal Kilicdaroglu. Sejumlah 27 akademisi yang turut di tandatangani surat terbuka untuk protes kekerasan pada suku kurdi sudah ditahan.
Presiden 61 th. ini bahkan juga dengan cara resmi ajukan tuntutan ke pengadilan, meminta ubah rugi sebesar USD32 ribu atau setara Rp445 juta lantaran sudah mengejek serta mencemarkan nama sebaiknya sebagai kepala pemerintahan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment