Jumlah Penderita Gizi Buruk Turun Drastis
NGAWI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi mencatat pada awal th. 2016 ini ada 11 orang anak di Ngawi yang alami gizi jelek. Anak pasien gizi jelek itu adalah yang telah diakukan Pemkab Ngawi mulai sejak th. 2015.
Bupati Ngawi Budi Sulistyono menyampaikan pada awal th. 2015 jumlah pasien gizi jelek di Ngawi ada 37 orang. Sedang pada awal th. 2016 ini masihlah ada 11 orang yang alami gizi jelek. Dengan hal tersebut, dalam setahun paling akhir telah ada penurunan pasien gizi jelek 24 orang.
“Kondisi gizi jelek di Kabupaten Ngawi alami penurunan yang begitu tajam. Dari th. 2015 sampai awal th. 2016 telah ada 24 orang yang telah dinyatakan tak alami gizi jelek, ” kata Budi Sulistyo dalam acara Pelajari Program Gerakan Terpadu Selesaikan Gizi Jelek (Restu Ibu), diambil dari Madiunpos, Rabu (24/2/2016).
Budi mengharapkan semua komponen di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi dapat menyatu padu menggerakkan program Restu Ibu itu dengan optimal. Begitu, dapat menghimpit angka anak pasien gizi jelek. Diluar itu, masalah gizi jelek ini dapat terdeteksi mulai sejak awal, begitu masalah gizi jelek pada anak serta bayi tak berlangsung.
Bebas Gizi Buruk
Dia mengharapkan karenanya ada program Restu Ibu itu dapat bikin Ngawi bebas dari masalah gizi jelek. Karenanya, Budi mendorong pada kepala unit kerja piranti daerah (SKPD) serta kepala puskesmas se-Ngawi untuk jadi orangtua asuh minimum dua balita.
Menurutnya, kehadiran orangtua asuh ini bertindak untuk lihat pertumubuhan serta perubahan anak dengan cara berkala. Hingga, persoalan gizi jelek dapat diantisipasi mulai sejak duni.
“Penanganan masalah gizi jelek ini butuh hubungan kerja, lantaran persoalan gizi jelek adalah persoalan berbarengan, ” kata dia yang diambil Madiunpos. com dari laman ngawikab. go. id.
Permasalahan gizi jelek adalah satu diantara permasalahan paling utama di Kabupaten Ngawi. Anak yang menanggung derita gizi jelek alami penurunan kwalitas sumber daya manusia serta tingkat kecerdasan.
(adt)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment