Selamat Datang Di Blogspot Judi Online Terpercaya Sikibet.com Silahkah Chat Dengan Costumer Service Kami Jika Ada Yang Ingin Di Tanyakan Trimakasih :)

Apple Tolak Bantu FBI Retas iPhone Teroris San Bernardino


WASHINGTON – Chief Executive Officer (CEO) Apple Inc, Tim Cook menyebutkan menampik untuk menolong Biro Penyelidik Federal (FBI) Amerika Serikat (AS) untuk meretas telefon punya pelaku penembakan di San Bernardino, California. Penolakan ini dilandasi prinsip perusahaan tehnologi asal California itu untuk melindungi privacy beberapa pelanggannya.

Terlebih dulu, Hakim Sheri Pym dari Pengadilan Lokasi Los Angeles, AS keluarkan satu putusan yang berisi memerintahkan Apple Inc. untuk memberi pertolongan tehnis pada FBI untuk terhubung data pada iPhone punya Syed Rizwan Farook, pelaku penembakan berdarah yang menewaskan 14 orang itu. Pertolongan itu termasuk juga penghilangan manfaat yang dengan cara automatis meniadakan data telefon bila kode masuk tidak berhasil dimasukkan sepuluh kali berturut-turut.

Untuk menyatakan penolakan ini, Tim Cook keluarkan satu surat terbuka yang menyebutkan kalau pihaknya bakal melawan putusan hakim itu.

“Pemerintah memohon Apple untuk meretas piranti kami sendiri serta menghancurkan perkembangan keamanan sepanjang berpuluh th. yang membuat perlindungan pelanggan kami, termasuk juga beberapa puluh juta warga AS dari beberapa peretas serta penjahat cyber, ” sekian ditulis Cook seperti ditulis oleh NBC News, Kamis (18/2/2016).

Cook berasumsi apa yang dikerjakan FBI serta pengadilan bakal memberi preseden beresiko untuk beberapa masalah di masa yang akan datang.

Pengadilan Lokasi Los Angeles menyebutkan FBI butuh memperoleh pertolongan dari Apple untuk terhubung data-data yang utama yang terkunci dalam hp iPhone punya Farook. Apple di beri saat lima hari untuk menjawab putusan pengadilan itu bila di rasa memberatkan.

“Undang-undang tak memperbolehkan pemerintah untuk memaksa perusahaan untuk meretas pelanggan mereka sendiri. Apple bebas untuk tawarkan hp yang menaruh info dengan cara ama, serta mesti tetaplah seperti itu supaya pelanggan bisa mengontrol data pribadi mereka, ” tutur pengacara dari Serikat Kebebasan Sipil Amerika Alex Abdo.

Cook bersikeras menyampaikan kalau Apple sudah berupaya untuk menolong pemerintah merampungkan masalah ini, tetapi pemerintah memohon pihaknya untuk bikin backdoor, jalur akses lain untuk meretas iPhone, suatu hal yang dia anggap begitu beresiko.

Syed Rizwan Farook serta istrinya Tashfeen Malik menyerang acara Departemen Kesehatan Umum San Bernardino pada 2 Desember 2015 dengan memakai senapan semi automatis AR-15, pistol serta bom. Keduanya tewas diterjang peluru polisi sesudah ikut serta tembak menembak sepanjang sekira lima menit. Sejumlah 14 orang tewas serta 22 yang lain terluka kronis dalam peristiwa itu.

(adt)


No comments:

Post a Comment