Vatikan Kritik Cover Majalah Charlie Hebdo
VATIKAN – Majalah satir Prancis Charlie Hebdo kembali bikin pro-kontra. Dalam edisi paling baru mereka menghadirkan gambar Tuhan dengan menyandang sepucuk senjata Kalashnikov pada cover majalah. Gambar ini ditujukan untuk memperingati setahun tragedi penembakan di kantor majalah itu.
Edisi paling baru Charlie Hebdo ini laku manis dengan meraih angka penjualan kian lebih satu juta eksemplar. Gambar itu dibarengi dengan tulisan “Satu Th. Lalu : Pembunuh Masih tetap Berkeliaran”. Harian Vatikan juga mengkritik keras gambar ilustrasi itu.
“Berkedok sekularisme, majalah ini sekali lagi melupakan pesan dari tiap-tiap pemimpin agama untuk menampik kekerasan atas nama agama. Memakai Tuhan untuk membetulkan kebencian yaitu suatu penghinaan, ” catat Osservatore Romano, seperti diambil Straits Times, Rabu (6/1/2016).
“Dalam masalah Charlie Hebdo ada suatu paradoks menyedihkan untuk pembenaran dengan cara politis yang nyaris sama dengan penghinaan. Gambar itu tunjukkan tidak mau mengaku atau menghormati iman yakin pada Tuhan, ” tandas harian itu.
Charlie Hebdo kerap bikin karikatur satir bertopik agama. Untuk orang-orang Eropa yang terbuka serta menjunjung tinggi kebebasan memiliki pendapat termasuk juga mengkritik agama, hal itu tidaklah suatu permasalahan. Tetapi, untuk orang-orang lain diluar Eropa intinya Timur-Tengah hal itu adalah suatu penghinaan.
Pada 7 Januari 2015 kantor Charlie Hebdo di Paris, Prancis terserang dua bersaudara Cherif serta Said Kouachi. Sejumlah 12 orang jadi korban tewas termasuk juga delapan staf majalah. Disangka kakak-beradik ini lakukan serangan lantaran karikatur Charlie Hebdo yang mengejek Nabi Muhammad SAW serta pemimpin ISIS Abu Bakr Al Baghdadi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment