Polisi Ingin Autopsi Jenazah Allya, Orangtua: Terlambat!
JAKARTA - Polda Metro Jaya merencanakan membongkar makam Allya Siska Nadya (33) yang disangka jadi korban malapraktik di Klinik Chiropractic First. Tetapi, pihak keluarga bersikeras menampik keinginan polisi itu.
" Saat awal-awal kami laporan, tak ada satu juga yang merekomendasikan kami autopsi. Hingga dengan pengetahuan simpel tadi, anak kami segera dibawa pulang serta dimakamkan, " tutur bapak korban, Alfian Helmi Hasjim, pada mass media, di lokasi Istora Senayan, Jakarta, Jumat (8/1/2016).
Bekas Wakil Direktur Komunikasi PLN itu memberikan, keluarga melaporkan sangkaan malapraktik ke Polda Metro Jaya mulai sejak 12 Agustus 2015. Setelah itu, dua minggu lalu, mereka di panggil serta disuruh isi berkas acara kontrol (BAP) karena ada kenaikan status ke sistem penyidikan. Tetapi waktu ini, penyidik juga tak meminta autopsi pada jenazah korban.
" Kami lapor Polda, dua minggu kami di panggil, masalah ditingkatkan jadi penyidikan, kami di-BAP. Hingga kontrol di panggil ini juga belum ada dorongan autopsi, " katanya.
Keluarga berasumsi sistem autopsi bila baru dikerjakan saat ini sangatlah terlambat. Ditambah lagi juga sebagai seseorang Muslim, Alfian tidak mau makam putrinya dibongkar.
" Dalam keadaan saat ini, Siska telah dimakamkan 7 Agustus, dokter spesialis katakan tak bermanfaat lagi autopsi. Saya Muslim, ketua Parmusi, saya tak setuju untuk autopsi, " tukasnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment