Selamat Datang Di Blogspot Judi Online Terpercaya Sikibet.com Silahkah Chat Dengan Costumer Service Kami Jika Ada Yang Ingin Di Tanyakan Trimakasih :)

Pengganti Jihadi John Dibunuh Pasukan Elit Inggris


JAKARTA - Pasukan spesial Inggris, Special Air Service atau SAS, dengan menyamar kenakan burqa (baju yang tutup semua badan wanita), menggerebek suatu bunker di jantung pertahanan grup militan ISIS di Raqqa, Suriah, untuk membunuh seseorang militan yang dijagokan sebagai pengganti “Jihadi John”.

Laman WorldNetDaily. com melaporkan, tujuan serangan SAS ini yaitu Siddhartha Dhar yang dikenal juga dengan nama Abu Rumaysah.

 " Tujuan paling utama mereka yaitu orang yang digelari 'Jihadi John' baru. Dia ada di puncak daftar bunuh, " kata seseorang sumber intelijen seperti diambil laman WorldNetDaily. com.

Suatu unit kecil pasukan spesial beranggotakan delapan serdadu masuk ke garis belakang pertahanan ISIS di Raqqa belum lama bln. itu.

Menyamar dengan kenakan burqa, kedelapan serdadu itu bertandingk sebagai istri-istri beberapa anggota militan ISIS untuk mendekati Siddhartha Dhar yang dikira sebagai tujuan bernilai sangatlah tinggi.

The Express melaporkan Senin lantas kalau beberapa militan ISIS kebingungan waktu serdadu-serdadu dari pasukan operasi spesial Inggris itu buka burqa mereka serta memuntahkan peluru dari senapan mereka.

Suatu drone Reaper punya AS yang November th. silam membunuh Jihadi John, menolong beberapa serdadu SAS itu dengan rudal Hellfire yang sangatlah akurat.

Pasukan lokal anti-ISIS ikut menolong memasukkan delapan tentara pasukan elite Inggris ini ke suatu daerah yang telah ditandai pesawat ingindali misi AWACs punya Angkatan Hawa AS.

 " Beberapa orang bersenjata hentikan kebanyakan orang di berjalan-jalan, membariskan mereka menghadap tembok serta meneror membunuh siapa juga yang menolong 'para mata-mata' ini, " kata seseorang sumber pada Daily Star, Minggu (17/1/2016) saat setempat.

Siddhartha Dhar atau Abu Rumaysah meninggalkan London pada September 2014 sesudah dibebaskan dengan jaminan atas tuduhan menyarankan terorisme.

 " Gegabah sekali system keamanan Inggris dengan membiarkan saya dengan gampang meninggalkan Eropa menuju ISIS, ” cuit dia sesudah sukses terbang ke Paris, seperti dilaporkan BBC 4 Januari silam.

Rumaysah jadi “Jihadi John” baru sesudah alat propaganda ISIS yang populer kejam, Mohammed Emwazi atau Jihadi John, dibunuh oleh drone pasukan koalisi di Raqqa November th. lantas.


No comments:

Post a Comment