Penculikan Warga AS di Irak Bermotif Kriminal, Bukan Politis
WASHINGTON – Tiga warga Amerika Serikat (AS) dilaporkan hilang serta diculik di Baghdad, Irak. Disangka penculikan itu lebih bermotif kriminil dari pada politis. Sangkaan itu di sampaikan seseorang petinggi pemerintahan Washington yang memiliki pengalaman mengatasi masalah sama.
Seperti dilaporkan Reuters, Jumat (29/1/2016), motif penculikan itu adalah taktik memohon tebusan lewat cara pertukaran tahanan. Petinggi yg tidak dijelaskan namanya itu menyampaikan, pihak penyidik masihlah belum tahu siapa diantara ketiga grup militan yang dicurigai sebagai pelaku atau peminta tebusan.
Penculikan untuk memohon tebusan atau maksud kriminil yang lain sudah jadi taktik yang umum di kelompok militan Syiah di Irak.
Pada Kamis 28 Januari, anggota Komite Intelijen bernama Mike Pompeo dengan cara eksplisit menuduh Iran ikut serta penculikan itu. Tetapi, dianya tak mempunyai bukti kuat untuk memperkuat tuduhannya.
Pompeo minggu lantas pernah memohon Menteri Luar Negeri AS John Kerry bertanya penculikan itu ke Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif waktu keduanya berjumpa.
Walau demikian, dua petinggi AS menyebutkan Negeri Paman Sam tak mempunyai bukti kalau Pemerintah Iran ikut serta dalam penculikan tiga orang yang bekerja sebagai kontraktor itu. Penculikan sendiri berjalan sebagian waktu selesai sebagian warga AS dibebaskan dari penahanan di Iran pada 18 Januari.
(adt)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment