Ini Pengakuan Eks Gafatar saat Terjadi Pengusiran
BANDUNG - Perasaan trauma banyak dihadapi beberapa eks Gafatar asal Jawa barat. Hal semacam itu disebabkan lantaran mereka melihat segera pembakaran kamp penampungan sesaat eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Mempawah, Kalimantan Barat.
Junaedi (42), eks Gafatar asal kota Cimahi menuturkan, kalau ia berbarengan rombongan Gafatar yang lain pernah memperoleh ancaman dari orang-orang setempat.
" Sebelumnya peristiwa pembakaran itu, malamnya kami bisa ancaman. Kami cuma di beri saat tiga hari untuk pergi dari Mempawah. Jika tak (pergi), kami semuanya bakal digorok (lehernya), " tuturnya, pada Sikibet.info, Rabu (27/1/16).
Sesudah memperoleh ancaman, dia berbarengan rombongan eks Gafatar coba melarikan diri ke tempat yang lebih aman. Tetapi, tempat yang dituju juga telah dikepung oleh masyarakat setempat.
" Nyatanya tempat yang kami datangi telah di kepung oleh orang-orang setempat yang akan membakar kampung itu. Mereka waktu itu telah siap berperang. Mereka angkat-angkat senjata tajam demikian, " papar Junaedi.
(adt)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment