Bolos Sekolah, Siswa SMK Ini Pilih Cari Duit Pungli
MEDAN - Seseorang siswa SMK kelas 2 di tangkap polisi waktu tengah lakukan pungutan liar (Pungli) dengan modus mengatur jalan di seputaran Jalan SM Raja Medan, serta Jalan Balai Desa, Desa Marendal ll, Deliserdang Sumatera Utara.
Info yang di terima dari kepolisian, Rabu (27/1/2016), pelaku yang di tangkap itu yaitu Satria Siahaan (17), warga Jalan Turi, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas. Dia di tangkap di depan SPBU Jalan SM Raja Medan KM 8, 5, persisnya depan Pengadilan Agama (PA) Medan.
Mirisnya, Satria Siahaan, yaitu seseorang Siswa SMK Yapim, kelas ll, jurusan mesin yang waktu lakukan pungli tengah bolos sekolah.
Satria yang bolos sekolah berhimpun dengan rekannya untuk mengatur jalan tiap-tiap mobil yang melintas akan berbalik arah di tempat tempat dia di tangkap.
Kebetulan waktu itu, truk yang datang dari arah Simpang Amplas, serta sesampai di depan SPBU, tepatnya di depan Pengadilan Agama Medan, coba berbalik arah kembali pada Simpang Amplas, lantaran bakal menuju ke Jalan Pertahanan Patumbak.
Peluang itu tak disia-siakan Satria, diapun beraksi lewat cara tawarkan layanan serta mengatur jalan supaya mempermudah truk itu berbalik arah.
Satria juga berhasil waktu itu, tetapi sial baginya, waktu sopir truck memberi duit sebagai gaji jasanya, dengan cara kebetulan Personel Polsek Patumbak yang waktu itu melintas melihatnya. Serta segera lakukan penangkapan. Serta Satria juga dibawa ke Mapolsek Patumbak.
" Baru satu minggu saya ngutip-ngutip seperti gini bang. Itu juga lantaran saya ikutan kawan, kata mereka enak mencari uang disana, " tutur Satria yang mengakui, dalam menekuni pekerjaan itu dia bisa memperoleh hasil kerjanya meraih Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu dalam satu hari.
Satria tak menolak bila perkumpulannya itu mempunyai kepala yang sehari-harinya mengutip sebagai bentuk duit keamanan sebesar Rp5 ribu.
“Ketua kami ada bang, umumnya kami menyetor sama dia setiap satu orang Rp5 ribu. Bila kami tidak ingin menyetor, kami tentu diributinya. Jadi saya tobat bang, tidak ingin lagi mengulanginya lagi bila saya dibebaskan, " tandas Satria.
Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Ferry Kusnadi SH waktu di konfirmasi berkaitan hal semacam itu mengiyakannya. Diakuinya penangkapan dikerjakan sebagai bentuk kenyamanan untuk berkendaraan.
" Banyak pula pemakai jalan yang resah dengan aktivitas pengutipan ilegal ini. Dari laporan orang-orang itu lah kami selalu melakukan tindakan sebagai dampak kapok, " kelasnya.
Disinggung apakah bakal ada tindak penahanan pada pelaku, Ferry mengakui, pelaku cuma berikan pembinaan saja. " Di samping pelaku seseorang siswa kita cuma berikan pembinaan serta kita menanti orang tuanya menjemputnya supaya si anak lebih di beri pengawasan lagi, " terangnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment