8 Rumah di Samping Sungai Cipager Terancam Longsor
CIREBON - Sejumlah delapan tempat tinggal di Blok Pekuwon RT 01 RW 03 Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, terancam longsor. Tempat tinggal yang ada pas di samping Sungai Cipager ini keadaannya telah cukup memprihatinkan hingga saat hujan deras, yang tinggal didalam rumah di tempat itu terasa kuatir.
Salah seseorang warga setempat, Nengsih, mengakui begitu cemas dengan keadaan bantaran sungai yang mulai terkikis. Terlebih jarak pada Sungai Cipager dengan tempat tinggalnya cuma sebagian mtr.. Terlebih, dua hari waktu lalu seputar jam 22. 30 WIB, tanggul itu sudah alami longsor lantaran hujan selalu mengguyur
“Karena semalam hujannya agak deras serta lumayan lama, hingga menyebabkan tanah selalu terkikis dikonsumsi derasnya air yang menghantam bawah tanah. Saat ini keadaannya seperti ini, sangatlah mencemaskan, ” kata Nengsih pada KC, tempo hari.
Disebutkan Nengsih, awalannya Sungai Cipager tidaklah sampai mendekati beberapa tempat tinggal warga yang ada di tempat yang saat ini terancam longsor, tetapi lantaran derasnya air banjir menyebabkan tanah juga lama kelamaan terkikis habis.
“Awalnya sungai ini kecil, umumnya yang berlangganan banjir itu Pasar Sumber. Hingga saat ini lebih kurang 15 mtr. yang telah tergerus dalam kurun saat 20 th. ke belakang. ” tuturnya.
Delapan tempat tinggal yang keadaannya gawat terancam terkena longsor adalah punya Ibu Nengsih, Ayah Yusup, dua pabrik tahu punya Ayah Duna serta Sakrab, tempat tinggal punya Ayah Duna, Ibu Imah, Ibu Astuti serta Ibu Emi. Rata-rata tempat tinggal itu berumur diatas 50 th..
Terkecuali Nengsih, warga yang lain, Astuti menyebutkan, keadaan yang dihadapi dia berbarengan warga yang lain saat musim penghujan mulai datang seperti waktu saat ini. Sebab, saya Astuti, semua rasakan kuatir lantaran takut tempat tinggal yang ditempati mereka ambruk terserang longsor.
“Tebing setinggi 15 mtr. ini, tanah sisi bawahnya telah terkikis arus sungai. Jadi, kami begitu cemas, terlebih di musim hujan seperti ini. Ditambah sungai tak disender maupun dibronjong, hingga jika terserang arus jadi tanah bakal gampang longsor, ” papar dia.
(adt)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment