Selamat Datang Di Blogspot Judi Online Terpercaya Sikibet.com Silahkah Chat Dengan Costumer Service Kami Jika Ada Yang Ingin Di Tanyakan Trimakasih :)

47 Imigran Afganistan Kabur dari Rudenim Tanjungpinang


TANJUNGPINANG - Sejumlah 47 Imigran pencari suaka asal Afganistan yang ditambung di Tempat tinggal Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang, berupaya kabur dari tempat penampungan, Selasa (26/1) seputar jam 11. 00 WIB.

Gagasannya mereka punya niat menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tajungpinang, dengan jalan kaki untuk naik pesawat maksud Jakarta, dengan harapan untuk hingga ke Kantor Imigrasi Pusat, sebagai pengungsi pencari kepastian suaka.

Tetapi di dalam perjalanan, ke 47 imigran itu dihentikan oleh deretan Polres Tanjungpinang, yang tahu ada kegiatan warga asing itu yang tengah jalan dengan cara gerombolan.

Langkah merka pada akhirnya dihentikan oleh polisi di depan Kantor DPD PDIP, Jalan DI Panjaitan, KM 7 Tanjungpinang, sebelumnya pada akhirnya mereka diamankan di Mapolres Tanjungpinang, sesudah diangkut memakai bus Dalmas Polres Tanjungpinang lewat pengawalan cukup ketat.

Kasat Sabhara Polres Tanjungpinang, AKP Limin menyampaikan, pengawalan beberapa imigran itu sesudah pihaknya terima laporan dari salah seseorang imigran ke Polres Tanjungpinang.

 " Pekerjaan kita waktu cuma lakukan pengawalan pada imigran itu untuk hindari hal yg tidak diinginakan, " ucap Limin, diambil dari Haluan Kepri, Rabu (27/1/2016).

Info di lapangan, beberapa imigran itu berupaya kabur dari tempat penampungan mereka di Rudenim Tanjungpinang, lantaran tak sabar menanti mengenai status mereka yang telah dua th. mendekam, serta mau selekasnya diberangkatkan di negara ketiga yang bersedia menyimpan mereka sebagimana yang dijanjikan awal mulanya.

Pada keadaan itu, mereka pada akhirnya setuju untuk kabur dari Rudenim ke Bandara RHF Tanjungpinang akan pergi ke Jakarta dengan harapan keinginan mereka dikabulkan sebagai pencari suaka.

Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang, Surya Pranata menyampaikan, aksi yang dikerjakan oleh beberapa imigran itu, karena tak sabar menanti untuk di tempat negara maksud, seperti kesepakatan dari pihak IOM, satu diantara organisasi internasional yang mengepalai bidang pengungsian warga negara asing (imigran).

 " Untuk memindahkan imigran ini tidak dari pemerintah kita, tetapi dari IOM. Tetapi hingga sekarang ini satu diantara organisasi internasional itu belum memiliki tempat, lantaran keadaannya sekarang ini tengah terbatas, " ucap Surya.

Surya juga menyanggah kaburnya ke 47 imigran Afganistan dari Rudenim waktu itu bukanlah seizin pihaknya, lantaran status mereka sekarang ini sebagai pengungsi (Refugee), hingga mereka menuntut haknya untuk keluar dari penampungan.

Selain itu, ia juga tak pernah menjanjikan pada pihak imigran itu untuk selekasnya diletakkan seperti yang mereka berharap sampai kini.

 " Pemasalahannya sekarang ini yaitu komuniti housing yang ada di negara maksud mereka belum ada dengan cukup. Tetapi untuk penampungan di Rudenim sendiri sekarang ini masihlah cukup. Cuma permasalahannya, mereka tak sabar, " ungkap Surya.

Selanjutnya di sampaikan, ketika beberapa imigran itu keluar dari Rudenim, pihaknya juga tak dapat menghindar. Keadaan itu akibat terbatasnya tenaga sisi penjagaan yang waktu itu bertugas.

 " Kita tidak mau berlangsung kerusuhan, hingga mereka sangat terpaksa dapat keluar dari pintu Rudenim demikian saja. Tetapi untung pihak kepolisian Tanjungpinang cepat mengatasinya, serta mereka bakal kita input kembali pada Rudenim, " pungkas Surya.

(adt).

No comments:

Post a Comment