Pertamina Didesak Batalkan Proyek LNG Bojonegara
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) disuruh membatalkan kerja sama proyek LNG Terminal Receiver Bojonegara di Kabupaten Serang, Propinsi Banten yang dikerjakan berbarengan PT Bumi Fasilitas Migas (BSM). Pengamat daya dari Migas Watch, Widodo Edi Setyanto menuding, proyek itu diduga kental bakal unsur KKN.
“Ini mesti batal, kental sekali unsur KKN-nya. Terlebih BSM kan Kalla Grup, kerjasamanya kan terlihat tak win win solution, serta malah merugikan Pertamina, ” ungkap Widodo, Rabu (23/12/2015).
Sebatas di ketahui, dalam hubungan kerja itu, Pertamina diposisikan juga sebagai 100 % off taker LNG Regasified Gas yang dipasok oleh perusahaan garapan anak Wakil Presiden RI, Juiceuf Kalla yaitu Solihin Kalla. Gas itu setelah itu bakal disalurkan oleh Pertamina ke PT PLN (Persero).
Mengenai ihwal penjualan gas ke PLN, proyek Land Based Regasification Plant Bojonegara itu nanti bakal berkompetisi dengan FSRU Nusantara Regas serta Proyek PGN FSRU Lampung yang keduanya telah siap untuk terima LNG serta menyalurkan Regasified Gas ke pembangkit PLN.
Widodo kembali memberikan, hal itu terang tunjukkan bahwa seseorang petinggi negara malah lebih pilih jadi besar " kerajaan " usaha keluarganya, daripada menyejahterahkan rakyat serta memberantas praktek mafia migas.
“Bojonegara ini kan punya Pertamina, untuk apa menggandeng BSM? Kan Pertamina mempunyai Pertagas. Saat ini berarti BSM juga sebagai apa di situ? Sedang, land base terminalnya kan punya Pertamina. Jadi, modal apa BSM ini? Cuma modal dengkul serta kekuasaan saja. Saya berharap serikat pekerja Pertamina dapat juga menampik keras hal semacam ini supaya proyek itu batal, ” tutupnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment