Selamat Datang Di Blogspot Judi Online Terpercaya Sikibet.com Silahkah Chat Dengan Costumer Service Kami Jika Ada Yang Ingin Di Tanyakan Trimakasih :)

Pembunuh OB Kampus Tinggalkan Sidik Jari



BANTUL - Pembunuhan sekalian perampokan di universitas Akademi Komunikasi Radya Binatama (AKRB) di Dusun Karangjambe, Banguntapan, Bantul, Senin, 30 November disangka dikerjakan orang dalam. Polisi tengah mengecek jejak sidik jari yang diketemukan.

Kepala Unit Reserse Kriminil (Kasat Reskrim) Polres Bantul Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muhamad Kosim Akbar Bantilan mengemukakan polisi saat ini konsentrasi mengecek beberapa saksi dari orang dalam universitas. Dari mulai pimpinan instansi sampai karyawan.

Terkecuali saksi dari unsur universitas, kontrol juga mengarah ke beberapa orang dekat korban. Kontrol ini untuk meyakinkan adakah aspek lain yang menyebabkan korban dibunuh terkecuali disangka lantaran perampokan.

Keseluruhan telah ada empat saksi dari pihak universitas yang di check polisi. Kepolisian Bantul melibatkan Polda DIY untuk menguak peristiwa ini. Polda ikut serta untuk mengendus sidik jari pelaku.

“Yang mempunyai alat untuk lakukan uji forensik seperti itu cuma Polda DIY, mereka yang mempunyai alatnya, ” katanya.

Waktu olah tempat peristiwa perkara, polisi tahu pelaku meninggalkan banyak sidik jari.

“Pelaku mengobrak-abrik ruang, duit di laci di ambil sama dia, ” tuturnya lagi.

Ruang yang diobrak-abrik pelaku adalah ruangan sisi keuangan, sesaat posisi korban yang tewas diketemukan di ruang perpustakaan.

Di beritakan pada awal mulanya, seseorang office boy (OB) bernama Witarno pada Senin pagi diketemukan tewas bersimbah darah didalam universitas AKRB. Ia disangka dihabisi pada Minggu, 29 November malam sampai Senin dinihari.

Korban paling akhir kali di ketahui masih tetap hidup pada Minggu malam sekira Jam 21. 45 WIB. OB sekalian penjaga malam universitas AKRB itu pada Minggu malam diantar pulang oleh kakaknya Ngapsori dari Magelang, Jawa Tengah ke rumahnya di satu diantara ruang di universitas AKRB.

Staf universitas AKRB Marsono menyampaikan, kesibukan di lembaganya terus jalan seperti umum meski sudah berlangsung insiden pembunuhan di universitas ini.

“Enggak ada libur, mahasiswa terus masuk, ” papar Marsono singkat.

No comments:

Post a Comment