Lagi, Dokter Meninggal saat Mengabdi di Daerah Terpencil
BANDA ACEH - Berita duka kembali menimpa dunia kedokteran Tanah Air. Seseorang dokter yang mengabdi di daerah terpencil yakni dr Afriandi Naufan dengan kata lain Nanda dilaporkan wafat dunia.
Dokter muda asal Kota Langsa, Aceh itu wafat di Dobo, Kepulauan Aru, Propinsi Maluku. Daerah ini sama juga dengan lokasi kerja almarhum dr Dionisius Giri Samudra (dr Andra) yang wafat pada 11 November lantas.
Belum dapat di pastikan kapan Nanda di panggil Sang Khalik. Namun, berita kematiannya mencuat serta ramai diperbincangkan di media mulai sejak sore tempo hari.
Satu diantaranya melalui account Facebook punya Erta Priadi Wirawijaya. Dia memposting berita duka ini di status jejaringnya komplit dengan photo sesosok pria yang terbujur di ranjang pesakitan dengan muka terpasang oksigen. Tulisan itu mengundang banyak komentar duka serta keprihatinan.
" Sudah berpulang ke rahmatullah adik sekalian sejawat kita dr Afrianda Naufan (Nanda). Beliau yaitu dokter internship di Dobo Maluku, lokasi yang sama juga dengan lokasi kerja almarhum dr Andra yang belum lama ini wafat waktu pekerjaan internship, " catat Erta di akunnya tertanggal Selasa (15/12/2015) jam 18. 27.
Dia mengatakan, bila Nanda alami demam, dehidrasi sampai pada akhirnya dievakuasi ke RSUD di Ambon, dalam situasi koma.
" Situasi beliau selalu lebih buruk sampai pada akhirnya tak tertolong, " tuturnya.
Nanda di ketahui juga sebagai putra dari dr Hj Cut Diah Adivar MM, Direktur Rumah Sakit PTP Langsa.
" Beliau datang dari Aceh ke daerah perifer Maluku untuk menyelesaikan keharusan internshipnya, " sebut Erta yang juga seseorang dokter.
Menurut dia masalah ini mempunyai kemiripan dengan peristiwa menerpa dr Andra, yang wafat disebabkan perlakuan tidak maksimal di lokasi itu.
" Mudah-mudahan pemerintah bisa lakukan introspeksi serta melakukan perbaikan sarana service kesehatan di daerah itu hingga kasusnya tak selalu terulang kembali. "
Dokter internship yaitu dokter yang sudah diangkat sumpah, hingga mereka bukanlah lagi mahasiswa. Mereka ditugaskan di daerah terpencil dengan pesangon (pertolongan hidup basic) sebesar Rp2, 5 juta rupiah per bln. saat sebelum dipotong pajak.
Diluar itu mereka mesti membayar sendiri beberapa duit untuk ikut serta dalam BPJS kesehatan.
Di akhir statusnya Erta menulis, " Selamat jalan dr Nanda mudah-mudahan dedikasi mu pada negeri ini tidak percuma. "
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment