Kapolri: Tidak Ada Mahasiswa Papua yang Tertembak
JAKARTA - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan bentrok beberapa ratus mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dengan petugas kepolisian tak dipicu ada penembakan.
Bahkan juga, Badrodin meyakinkan tak ada mahasiswa yang tergabung dalam AMP terserang tembak. " Yang diamankan mungkin saja 100 lebih, namun tidak ada yang tertembak. Bila ada yang terkena tembak, siapa yang katakan? " ungkap Badrodin waktu didapati selesai menghadiri peluncuran buku 'Dari Balik TKP' di Gedung Mutiara, PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/12/2015).
Ia memberikan, bentorkan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada AMP dengan deretan pihak kepolisian lantaran pendemo tak ikuti ketentuan.
" Begini, kan demo itu telah ada ketentuannya, mesti ada pemberitahuan. Bila tidak ada pemberitahuan kan dapat dibubarkan. Itu memanglah tidak ada pemberitahuan, " katanya.
Diluar itu, Badrodin menyatakan, semestinya demo yang di gelar AMP tak membawa atibut yang ada simbol bintang kejora hingga jajarannya sangat terpaksa mesti mengamankan beberapa pendemo itu.
" Bintang kejora tak bisa, pemberitahuan juga tak ada, itu polisi yang membubarkan, bagaimana bila orang lain yang bubarkan. Banyak resiko. Tersebut fungsinya pemberitahuan pada polisi, " katanya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment