Jakarta Belum Ramah bagi Penyandang Disabilitas
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku bahwa sarana untuk golongan berkebutuhan spesial atau disabilitas di Jakarta masih tetap belum mencukupi. Ahok menyampaikan, terkecuali Transjakarta, kendaraan umum di ibu kota tidak ramah untuk penyandang disabilitas. Diluar itu, trotoar juga termasuk juga sarana umum yang belum mewadahi keperluan mereka.
" Memanglah (belum ramah disabilitas), bila bus telah, bus yang lain belum, bila Transjakarta telah. Tinggal trotoar, trotoar kami mempunyai permasalahan, setiap kali kami telah bagusin, digali, " kata Ahok di Kantor Dirjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (3/12/2015).
Untuk bangun trotoar yang layak, Ahok merencanakan memasukkan pembangunan sarana umum ini dalam e-katalog Instansi Kebijakan Pengadaan barang/layanan Pemerintah (LKPP) hingga tidak butuh lewat sistem lelang yang mengonsumsi saat lama.
" Maka dari itu saat ini kita lagi minta LKPP mengeluarkan dalam e-katalog, hingga demikian rusak saya tak perlu lelang, segera saya lakukan per mtr. persegi berapakah, bayar, " kata bekas Bupati Belitunng Timur itu.
Ahok juga mengklaim Pemprov DKI tengah dalam usaha bangun fasilitas-fasilitas ramah untuk penyandang disabilitas.
" Maka dari itu kita lagi ingin bangun seluruhnya, bila kita bangunnya seluruhnya, umpamanya seperti trotoar, telah bagus (untuk) disabilitas, eh dibongkar lagi, " ucapnya.
Lantaran pengadaan trotoar serta beragam sarana yang lain belum masuk dalam e-katalog LKPP, jadi pembangunannya mesti menanti th. biaya baru.
" Kita ingin nunggu biaya lantaran tak dalam e-katalog. Nah saat ini, seluruhnya pekerjaan trotoar saya ingin simpan di e-katalog LKPP, " tukas bekas politisi Gerindra itu.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment