Kisruh Sampurasun, AMS Membela Budaya atau Politikus?
BANDUNG - Angkatan Muda Siliwangi (AMS) mempermasalahkan perkataan 'sampurasun' yang dipelesetkan jadi campur toksin oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq.
AMS jadi yang pertama melaporkan Habib Rizieq ke Polda Jawa Barat dengan argumen pelesetan itu mengejek budaya serta orang Sunda. Sesudah AMS, belasan organisasi juga berhimpun sampai pada akhirnya menamakan diri Aliansi Orang-orang Sunda Menuntut.
Sikap mereka sama yakni menuntut Habib Rizieq mohon maaf. Tidak cuma itu, mereka mau sistem hukum selalu berlanjut. Bahkan juga, mereka juga mencekal Habib Rizieq untuk datang ke Jawa Barat.
Sangkaan motif AMS mempermasalahkan itu juga disibak di Youtube. Account Markaz Syariah mengunggah video pada 27 November 2015 dengan judul TERBONGKAR!!! Motif & Kenyataan di Balik Kisruh " Sampurasun ".
Dalam video berdurasi 8 menit 37 detik itu ada tulisan sekitar kisruh sampurasun yang dipersoalkan. Disana juga dimuat kutipan ceramah Habib Rizieq waktu berceramah di Purwakarta pada 13 November 2015.
AMS sendiri nyatanya melaporkan dua orang sekalian ke Polda Jawa Barat. Terkecuali Habib Rizieq, Syahid Joban yang disebut pimpinan Ponpes Manhajus Sholihin juga turut dilaporkan ketika berbarengan.
Itu lantaran Syahid Joban pernah menulis kritik di account Facebook-nya pada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Apa yang dikerjakan Dedi sampai kini banyak yang berbau kemusyrikan. Syahid dilaporkan lantaran dikira tidak mematuhi UU ITE sama juga dengan Habib Rizieq.
Sesaat dalam video yang diupload Markaz Syariah, disana dijelaskan argumen dibalik persoalan yang dilaporkan AMS ke Polda Jawa Barat. Maksud AMS juga dipertanyakan apakah membela budaya atau ada unsur politik.
Disibakkan juga bahwa Dedi nyatanya yaitu orang utama di AMS. Dedi adalah Ketua Dewan Penasihat AMS. AMS juga dinilai setia membela Dedi. Bahkan juga mereka juga mensupport supaya Dedi maju jadi gubernur Jawa Barat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment