BRUSSELS - Tersangka utama dalam aksi teror di Paris, Salah Abdesalam adalah salah satu dari dua tersangka yang di tangkap oleh polisi dalam penggerebekan di Brussels, Jumat (18/3). Stasiun penyiaran Belgia mengatakan pria berusia 26 tahun itu terluka dalam penggerebekan yang berakhir pada di tangkap nya Salah Abdelsalam.
Sebelumnya, penyidik kantor kejaksaan Belgia menemukan sidik jari DNA milik Salah di apartemen yang di serbu polisi pada selasa 15 Maret 2016. Di saat penggerebekan itu satu orang warga Aljazair tewas setelah terlibat baku tembak dengan polisi.
Pria bernama Mohamed Belkaid itu di yakini membantu Salah dalam pelarian sebelum peristiwa teror 13 November 2015 lalu dan menyalurkan dana kepada sepupu dari Abdelhamid Abaaoud, pemimpin kelompok pelaku teror tersebut.
Salah diduga kuat memakai apartemen tersebut sebagai tempat persembunyian setelah peristiwa teror Paris yang mengakibatkan korban jiwa 130 orang itu. Hingga jumat malam, kantor Kejaksaan Federal Belgia menyatakan masih melakukan penyelidikan terkait penangkapan ini.
"Saat ini tidak mungkin untuk memberikan informasi lebih lanjut supaya tidak merugikan investigasi," demikian pernyataan dari kantor kejaksaan yang di lansir CNN, Sabtu (19/3/2016).
Penyidik Belgia juga menyatakan kekecewaaannya terhdap media Prancis yang mereka anggap membocorkan bukti yang menunjukkan Salah berada di apartemen di Brussels yang di gerebek pekan ini.
Salah Abdelsalam adalah tersangka utama akti teror Paris yang menyebabkan korban jiwa 130 orang pada 13 November 2015 lalu. Beberapa jam setelah seranagan tersebut, Salah melarikan diri kembali ke Brussels dan sejak saat itu menjadi buronon Internasional.

No comments:
Post a Comment