Tosan Pura-Pura Mati Agar Selamat dari Pembantaian Tim 12
SURABAYA - Sidang kelanjutan masalah pembunuhan aktivis anti-tambang Salim Kancil kembali di gelar di PN Surabaya. Dalam sidang ke-2 ini mendatangkan Tosan sebagai saksi. Terkecuali Tosan, Kades non aktif Desa Selok Awar-Awar Hariono.
Dalam persidangan, Tosan yang disebut rekanan Salim Kancil bercerita bagaimana dia dibantai oleh Tim 12 pimpinan Mat Datsir. Tosan bercerita, pada 9 September 2015, tempat tinggalnya didatangi oleh segerombolan orang.
" Saat itu saya selesai menyapu tempat tinggal didatangi oleh gerombolan ini serta segera mengeroyok saya, " kata Tosan sambil menunjuk beberapa terdakwa dalam persidangan itu, Kamis (25/2/2016).
Tosan mengetahui beberapa pelaku salah satunya Ikhsan yang pertama kalinya lakukan pemukulan, lalu Tomu, Mat Dasir serta pelaku yang lain. Lantaran posisi tidak seimbang, Tosan lari serta sembunyi dirumah tetangganya bernama Santo.
Sekitaran satu jam lebih ia bersembunyi dirumah itu. Sesudah di rasa cukup aman, dia juga keluar. Rupanya, gerombolan pengeroyok belum beranjak dari tempat tinggalnya. Tosan berupaya kabur lagi namun keberadaanya di ketahui pelaku serta ia kejar.
" Saya saat itu lari. Untuk mempercepat saya pernah minjam sepeda jengki punya anak yang ada di tanah lega itu. Belum pernah saya memancal sepeda segera ditabrak dengan sepeda motor. Saya juga dilepar batu terkena kepala saya, pak hakim, " kata Tosan dengan logat Madura yang kental.
Rupanya, sesudah Tosan tersungkur, gerombolan yang terakhir di ketahui bernama Tim 12, menabraknya berulang-kali dengan sepeda motor. Tosan juga tidak berdaya serta rubuh dengan kepala bersimbah darah akibat dihantam batu.
" Saya segera rubuh. Waktu itu saya pura-pura mati supaya selamat serta pembantaian tak dilanjutkan. Walau pada akhirnya saya pingsan serta sesudah sadar ada dirumah sakit, " tuturnya.
(adt)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment