Arab Saudi Tuduh Rusia-Suriah Langgar Gencatan Senjata
RIYADH – Perjanjian gencatan senjata Suriah yang diteken oleh Amerika Serikat (AS) serta Rusia mulai berlaku mulai sejak Sabtu 27 Februari. Tetapi, baru dua hari perjanjian berjalan, telah diketemukan diketemukan beberapa pelanggaran.
Arab Saudi menuduh Rusia serta pemerintah Suriah tidak mematuhi perjanjian gencatan senjata itu. Tuduhan itu dilontarkan Menteri Luar Negeri Adel al Jubeir dalam wawancara di Riyadh, Arab Saudi. Dia menyampaikan pasukan hawa Suriah serta Rusia sudah tidak mematuhi perjanjian.
“Ada pelanggaran gencatan senjata yang dikerjakan Angkatan Hawa Rusia beserta rezim pemerintah. Kami tengah berkonsultasi dengan negara-negara yang ada dalam Syria Dukungan Grup. Saya fikir prinsip kuat pada kesepakatan adalah tanda utama pada keseriusan rezim Suriah, ” tutur Jubeir, ditulis ITV, Senin (29/2/2016).
Jubeir mengingatkan kalau koalisi AS –di mana Saudi bernaung- mempunyai gagasan cadangan atau Rencana B bila pemerintah Presiden Bashar al Assad serta sekutunya tak serius pada perjanjian gencatan senjata.
Peringatan itu diikuti dengan keinginan Menteri Luar Negeri Denmark Kristian Jensen yang tengah lakukan kunjungan ke Arab Saudi. Pria 44 th. itu menyerukan satu aliansi militer yang kuat untuk menghimpit rezim Assad untuk menolong mengakhiri perang di Suriah.
(adt)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment