Sutiyoso Buat Din Minimi Insaf
JAKARTA - Pengamat keamanan dari Instansi Pengetahuan Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jaleswari Pramowardhani menilainya, pendekatan dialogis yang dikerjakan Kepala Tubuh Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso dapat bikin grup pemberontak bersenjata pimpinan Din Minimi di Aceh, insaf.
" Saya rasa pendekatan represif untuk penyelesaian masalah yang berlangsung sampai kini tidak selamanya dapat dibuktikan dengan berkurangnya kekerasan, " katanya, Senin (4/1/2015).
Pada awal mulanya, grup Din Minimi menyerahkan diri berbarengan belasan senjata api serta amunisinya pada Kepala BIN Sutiyoso di pedalaman Aceh Timur. Mereka memohon amnesti atau pengampunan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Jaleswari, pendekatan dialogis yang dikerjakan Sutiyoso ini jadi antitesis dari pendekatan represif yang dikerjakan aparat keamanan pada bebrapa grup pengacau di Tanah Air.
Bekas Staf Spesial di Sekretariat Kabinet ini juga menjelaskan, pendekatan dialogis searah dengan imbauan Presiden Jokowi selalu untuk memprioritaskan sistem dialog dalam hadapi beragam masalah.
Masalah perlakuan Din Minimi, kata Jaleswari, yaitu satu diantara contoh keunggulan serta kesuksesan dari pendekatan dialogis. Cara dialogis butuh ditularkan ke daerah perseteruan yang lain walau sistem hukum yang adil juga jadi sisi dari semangat dialog ini.
Dengan hal tersebut, bangsa Indonesia bakal trampil dalam mengatasi bebrapa masalah yang susah untuk didamaikan sampai kini. " Masalah Din Minimi jadi pintu masuk yang bagus, " ujarnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment