Sindikat Pembobol Tas Penumpang, dari Perhiasan hingga Rokok
JAKARTA - Penangkapan pelaku pembobol tas penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, sekian waktu lalu buka kotak pandora dari sindikat pembobol beberapa barang penumpang pesawat.
Dalam aksinya, beberapa pelaku mengincar beberapa barang penumpang yang ada didalam koper penumpang yang dimasukkan ke bagasi pesawat. Dari info yang dikumpulkan, dalam tiga th. paling akhir, beberapa barang bernilai penumpang pesawat, baik penumpang lokal ataupun penumpang warga negara asing (WNA) banyak yang raib.
Pada th. 2013, seseorang penumpang WNA asal Jepang bernama Toshiaki Uda, melapor ke petugas keamanan Bandara Soekarno-Hatta lantaran sudah kehilangan duit sebesar Rp10, 4 juta.
Di bandara yang sama, pada th. 2014, istri perwira polisi di Polda Kalimantan Barat juga melaporkan peristiwa hilangnya beberapa perhiasan serta empat arloji merk Rolex yang disimpannya dalam tas yang di taruh di bagasi pesawat.
Masih tetap di th. yang sama serta bandara yang sama, Wakil Duta Besar Brunei Darussalam jadi korban kejahatan pencurian itu. Ia kehilangan duit 200 ribu dollar Brunei serta dua smartphone, yang juga disimpannya didalam tas.
Paling baru, di Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, pencurian bagasi ini berlangsung pada 29 Desember 2015. Satu hari pada awal mulanya, penumpang GA 246 melapor ke petugas bandara kehilangan satu arloji merk Rolex.
Salah seseorang tersangka yang diamankan di Bandara Ahmad Yani Semarang, Priyo Adi (21) menyampaikan, telah mengambil beberapa barang penumpang sejumlah tiga kali. Dari aksinya, pelaku menggasak handphone, arloji elegan sampai duit beberapa puluh juta rupiah.
Bahkan juga, menurut pernyataan salah seseorang pelaku, bila mereka tak temukan barang bernilai dalam tas yang dibobol, mereka tidak segan menggasak makanan maupun rokok yang ada didalam tas.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment