Sembilan Resolusi Operasi Anti Terorisme pada Tahun 2016
TEHERAN – Th. 2016 diperkirakan bakal jadi th. pemilihan untuk Irak serta Suriah. Terutama bakal beresiko besar untuk sekutu terkuat mereka, Iran, Rusia, serta Hezbollah di Lebanon (yang dimaksud Aliansi 4+1) dalam perang melawan grup terorisme Wahhabi-Takfiri.
Penggempuran beragam negara dari semua dunia ke Irak serta Suriah selama th. lantas juga dikira juga sebagai langkah yang pas untuk memukul mundur grup terorisme disana. Serangan hawa bertubi-tubi yang membidik kilang-kilang minyak teroris serta menewaskan banyak komandan perang mereka, perebutan kota-kota kekuasaan ISIS, seperti di Ramadi. Seluruhnya kemenangan yang sudah diraih tim koalisi itu memastikan langkah paling baru untuk melenyapkan terorisme pada th. itu.
Sebagian langkah yang akan di ambil Aliansi 4+1 untuk melanjutkan operasi anti terorisme itu, meliputi :
1. Menghentikan penyelundupan minyak ISIL lewat Turki
2. Melindungi infrastruktur serta transportasi keamanan
3. Meningkatkan pertukaran intelijen serta deteksi ancaman
4. Mengevaluasi kebijakan serta mekanisme keamanan
5. Pelatihan polisi, relawan serta penjaga keamanan professional
6. Menyelenggarakan beberapa aktivitas yang bisa tingkatkan kesadaran umum perihal bahaya serta kerugian berhimpun dengan terorisme
7. Dialog dengan orang-orang sipil, terlebih dengan orang-orang Sunni
8. Membebaskan lokasi serta kota-kota kekuasaan ISIS yang tersisa
9. Memberikan support untuk beberapa korban serta pengungsi
“Setelah pembebasan bersejarah di Ramadi, kita bisa lihat desakan dari pasukan militer Irak, dengan support dari penasihat militer Iran serta pasukan relawan Syiah-Sunni, sudah sukses memberi perlawanan yang fatal untuk ISIL, ” kata Perdana Menteri Irak, Haider al Kekal, seperti diambil dari Far News, Minggu (3/1/2016).
Haider mengharapkan pada 2016, Kota Mosul dapat juga selekasnya dibebaskan dari ISIS serta semakin banyak kekalahan dan penggempuran final atas grup teroris paling besar didunia sekarang ini.
“Pembebasan kota Ramadi memanglah yang pertama kalinya, namun itu bukanlah yang paling akhir. Tentu, dengan support dari Rusia, pasukan anti teror di Iran serta Suriah” lebih Haider.
Menurut dia, Irak tak perduli dengan adanya banyak desakan Amerika Serikat (AS) berkenaan sanksi-sanksi baru atas pelanggaran perjanjian nuklir sekutunya, Iran serta walau mesti berdarah-darah dalam perang melawan ISIS, tentara sekutu itu selalu berdiri serta mensupport keduanya apa pun yang berlangsung.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment