Rektor UI Desak Polisi Tuntaskan Kasus Akseyna
DEPOK - Masalah kematian mahasiswa FMIPA Kampus Indonesia (UI) Akseyna Ahad Dori yang diketemukan terbenam di danau Kenanga masih tetap gelap. Koordinasi pihak polisi serta Universitas UI untuk membuka masalah ini belum mengerucut ke arah penetapan tersangka.
Rektor UI Muhammad Anis juga mendorong polisi untuk membuka masalah itu selekasnya. Anis menyebutkan Akseyna sebagai anak kandung UI.
" Itu keharusan polisi untuk penuhi keinginan kami untuk selekasnya tersingkap. Karenanya, meskipun peristiwanya di luar pemikiran siapa saja gaak ingin demikian namun kan bagaimanapun juga almarhum mahasiswa kami. Mahasiswa kami ya anak kami juga, " tuturnya pada wartawan, Sabtu (23/1/2016).
Anis meminta kepolisian memberi penuntasan hasil penyelidikan. Pihak UI, kata dia, telah terbuka memberi semua bentuk info yang mensupport penyelidikan.
" Tuturnya polisi katakan ada temuan baru, kita tunggulah semoga selekasnya, " katanya.
Masalah Akseyna belum juga tersingkap mulai sejak diketemukan tewas pada April 2015 di danau Kenanga. Ia terbenam dengan masih tetap memakai ransel diisi batu serta disangka dibunuh.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment