Kremlin Bantah Laporan Putin Minta Assad Mundur
MOSKOW –Harian Inggris Financial Times turunkan berita kalau pada 2015 direktur intelijen militer Rusia pernah di kirim ke Suriah untuk berjumpa Presiden Bashar al Assad. Dia ditugaskan untuk mengemukakan pesan dari Presiden Vladimir Putin pada sekutunya itu.
Dalam pesan itu bekas agen KGB itu meminta Assad untuk selekasnya mengundurkan diri. Tetapi, berita itu dibantah oleh Kremlin.
“Tidak. Tak benar. Hal semacam itu tak pernah berlangsung, ” tutur Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, ditulis TASS, Jumat (22/1/2016).
Harian Financial Times mengklaim memperoleh info itu dari seseorang sumber di tubuh intelijen barat. Jenderal Kolonel Igor Sergun di kirim ke Suriah untuk mengemukakan pesan pada Assad untuk mundur. Tetapi, pria 50 th. itu diklaim menampik untuk mundur.
Berulang-kali Rusia membela Bashar al Assad dari keinginan Amerika Serikat (AS) serta sekutunya untuk mundur sebagai prasyarat dimulainya negosiasi damai untuk Suriah. AS serta sekutunya mengklaim Assad telah tak dikehendaki rakyatnya menjabat sebagai presiden. Sedang Rusia serta sekutunya lebih pilih rakyat Suriahlah yang harus memastikan nasibnya sendiri melalui penentuan umum.
Laporan Financial Times datang di dalam perselisihan pada Inggris dengan Rusia berkaitan timbulnya laporan Vladimir Putin disangka ikut serta dalam pembunuhan bekas mata-mata KGB, Alexander Litvinenko. Rusia menuduh laporan itu sangatlah politis serta menilainya jalinan diplomatik ke-2 negara ada dalam bahaya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment