Konsultasi Lintas-Agama Desak Pemerintah Tuntaskan Masalah Kemanusiaan
JAKARTA - Konsultasi Internasional untuk Tindakan Kemanusiaan Lintas-Agama menekan pemerintah merampungkan beragam masalah kemanusiaan yang berlangsung di beberapa belahan dunia.
Ketua Pengarah Panitia Penyelenggara, Din Syamsuddin, menyampaikan, persoalan kemanusiaan seperti pengungsi serta migran sudah jadi permasalahan yang kritis. Walau sebenarnya, semestinya manusia bisa mempunyai hak yang sama untuk hidup dimana saja.
" Permasalahan pengungsi serta migran yang saat ini telah tiba derajat krisis lantaran sudah menyebabkan persoalan besar baik dari pojok pengungsi serta migran sendiri di tanah kelahiran ataupun tanah dambaan mereka. Dalam pandangan kemanusiaan, kita sharing satu kemanusiaan tiap-tiap manusia bisa saja untuk hidup dimana saja, " kata Din di Hotel Century Park, Jakarta, Selasa (12/1/2016).
Din menyampaikan, Organisasi Konferensi Islam (OKI) terutama Muhammadiyah sudah membuat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk mencari jalan keluar pada persoalan itu.
" OKI di Indonesia terutama Muhammadiyah ada MDMC yang dibuat sesudah tsunami Aceh, yang saat ini turut mengatasi pengungsi Rohingya sesuai sama kekuatan telah berbuat dengan kirim tim serta relawan. Namun pasti tak dapat dengan cara permanen, " paparnya.
Din memberikan, konsultasi internasional yang di gelar pada 13-14 Januari itu bakal di hadiri 30 delegasi dari beragam negara. Nanti, kata dia, tiap-tiap delegasi bakal menekan pemerintahnya untuk merampungkan permasalahan kemanusiaan sampai ke akar permasalahan. Hingga, persoalan pengungsi serta migran bisa dikerjakan di saat mendatang.
" Namun kami lebih mau penyelesaian sampai ke akar permasalahan serta ke-2 kami menekan pemerintah supaya terima mereka apabila butuh diakukan sesaat dengan pola spesifik. Saya sangka permasalahan pengungsi serta migran bakal bertambah dimasa akan tiba, " ujarnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment