Selamat Datang Di Blogspot Judi Online Terpercaya Sikibet.com Silahkah Chat Dengan Costumer Service Kami Jika Ada Yang Ingin Di Tanyakan Trimakasih :)

Kisah Gunung Tugel Jadi Saksi Perjuangan Mengusir Penjajah


SRAGEN - Gunung Tugel adalah nama suatu bukit setinggi seputar 50 mtr. yang ada di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen. Kata tugel datang dari bhs Jawa yang bermakna patah atau terbelah.

Dimaksud tugel lantaran di bagian tengah bukit ini terbelah jadi dua sisi. Jalan yang membelah Gunung Tugel jadi dua sisi ini di bangun pada jaman penjajah Belanda. Jalan ini menghubungkan Desa Jambeyan Kecamatan Sambirejo dengan Desa Winong Kecamatan Gondang, Sragen.

Gunung Tugel adalah ikon Desa Jambeyan. Gunung Tugel mempunyai nilai histori untuk warga setempat. Gunung Tugel jadi saksi bisu keuletan serta kegigihan warga pribumi dalam usaha mengusir penjajah Belanda.

“Menurut narasi beberapa orangtua di Desa Jambeyan, Gunung Tugel ini jadi tempat pelarian yang aman untuk beberapa gerilyawan waktu beperang melawan penjajah. Beberapa gerilyawan ini berniat lari ke puncak bukit lantas berlindung dibalik bukit. Mereka aman dibalik bukit lantaran tembakan meriam pasukan Belanda ini terhambat oleh Gunung Tugel, ” kata warga Jambeyan, Sugiyono, diambil Solopos, Minggu (3/1/2016).

Lokasi Gunung Tugel di samping utara dulu adalah ladang kopi serta tanaman serat untuk bahan produksi karung. Di dekat pasar yang tidak jauh dari tempat dulu ada pabrik pemrosesan kopi.

Di kompleks pabrik pemrosesan kopi itu dulu ada bungker yang umum digunakan juga sebagai area untuk menyimpan makanan cadangan serta barang bernilai. Jalan yang membelah Gunung Tugel jadi dua sisi ini berniat di buat untuk mempermudah akses keluar masuk pabrik pemrosesan kopi serta tanaman serat.

Mulai sejak 2010 silam, Gunung Tugel jadi objek eksploitasi tambang galian C. Mulai sejak waktu ini, tanah serta bebatuan di Gunung Tugel dikeruk dengan cara liar. Walau memperoleh perlawanan dari beberapa aktivis perduli lingkungan di desa setempat, sampai saat ini aktivitas tambang di Gunung Tugel jalan selalu.

Saat sebelum ditambang, Gunung Tugel masih tetap tampak asri. Tetapi, aktivitas tambang yang dikerjakan dengan cara terus-terusan ini menyebabkan Gunung Tugel tampak gersang.

“Karena terus-terusan dikeruk, susunan tanah yang tersisa berbentuk batu cadas yg tidak subur untuk ditanami pohon-pohon, ” kata Ketua Tubuh Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Jambeyan, Kusmanto.


No comments:

Post a Comment