Selamat Datang Di Blogspot Judi Online Terpercaya Sikibet.com Silahkah Chat Dengan Costumer Service Kami Jika Ada Yang Ingin Di Tanyakan Trimakasih :)

Eksekusi Ulama Syiah, Pemerintah Saudi Diprediksi Akan Jatuh


RIYADH – Ketentuan Pemerintah Arab Saudi untuk mengeksekusi ulama Syiah pro demokrasi Nimr al Nimr segera memperoleh reaksi dari dua negara bertetangga Iran serta Irak. Seseorang ulama Iran memperkirakan ketentuan itu bakal jadi awal kejatuhan Pemerintah Saudi.

“Saya tak sangsi darah yang murni itu bakal menodai kerah dari anggota Keluarga Kerajaan Saud serta meniadakan mereka dari lembaran histori, ” kata salah seseorang anggota Majelis Pakar Iran Ayatollah Ahmad Khatami seperti ditulis Reuters, Sabtu (2/1/2016).

 " Kejahatan mengeksekusi Sheikh Nimr yaitu sisi dari pola kejahatan yang dikerjakan oleh keluarga (Kerajaan Saudi) itu... dunia Islam diinginkan untuk mengutuk rezim kejahatan itu sedapatnya, " imbuhnya.

Sedang di Irak, Mohammed al Sayhud, seseorang anggota parlemen menuduh Arab Saudi punya maksud menyebabkan pertikaian sektarian pada Sunni serta Syiah dengan mengeksekusi Sheikh Nimr. Menurut dia, aksi itu bakal bikin lokasi Timur Tengah kembali membara.

“Tindakan yang dikerjakan keluarga (Kerajaan Arab Saudi) yang berkuasa mempunyai tujuan untuk kembali menyebabkan perseteruan di lokasi, memprovokasi pertikaian sektarian pada Sunni serta Syiah, ” kata Mohammed.

Syeikh Nimr adalah pendukung gerakan memprotes antipemerintah yang pecah di lokasi timur Arab Saudi pada 2011. Lokasi itu didominasi oleh penganut aliran Syiah yang dilabeli juga sebagai musuh oleh Arab Saudi yang sebagian besar penduduknya berpedoman aliran Sunni. Memprotes pada 2011 ini ditujukan untuk menyuarakan diskriminasi pada penganut Syiah.

Al Nimr di tangkap pada 2012. Sepanjang melakukan persidangan, dia tak pernah menampik dakwaan yang dijatuhkan. Tetapi, Al Nimr menampik tuduhan bahwa dia mempunyai senjata serta siap lakukan tindak kekerasan dalam tindakan protesnya itu. Al Nimr pada akhirnya dijatuhi hukuman mati pada Oktober 2015.


No comments:

Post a Comment