Selamat Datang Di Blogspot Judi Online Terpercaya Sikibet.com Silahkah Chat Dengan Costumer Service Kami Jika Ada Yang Ingin Di Tanyakan Trimakasih :)

Bentrok di Nepal, Polisi Letuskan Tembakan


KATHMANDU – Bentrok pada polisi Nepal serta pendemo dari etnis Madhesi pecah di Kathmandu Rangeli pada Kamis 21 Januari 2016 saat setempat. Kerusuhan berkaitan kemelut politik atas pergantian konstitusi di Nepal sudah mengonsumsi korban sekurang-kurangnya tiga orang pengunjuk rasa.

Beberapa pengunjuk rasa yang geram melempari polisi dengan batu. Kekacauan tak terhindarkan, serta polisi membalas lemparan dengan tembakan. Diluar itu, gas air mata juga dilontarkan ke arah beberapa pendemo di Rangeli serta daerah seputar Dainiya.

Kepala Polisi Morang, Toyam Raya menyebutkan ada delapan pengunjuk rasa serta 13 petugas kepolisian jadi korban dalam tragedi itu. Sesaat pihak Madhesi mengklaim jumlah anggotanya yang terluka sejumlah 35 orang.

Beberapa ratus warga etnis Madhesi berdemo ke jalan berbekal pisau, tongkal pemukul serta bom bensin. Mereka protes daerah bentukan baru di Nepal, yang dinilai berat samping lantaran tak berikan mereka penambahan kursi yang cocok di parlemen.

“Para pengunjuk rasa pada hari Kamis berupaya merangsek masuk kedalam rapat umum pro-Konstitusi yang diadakan oleh sayap pemuda Partai Komunis Nepal (Persatuan Marxis-Leninisme) di Rangeli, ” tutur Toyam, disitat dari New York Times, Jumat (22/1/2016).

Dataran selatan Nepal, Terai, sudah melihat pembunuhan atas sekurang-kurangnya 56 orang serta polisi dalam lima bln. paling akhir disebabkan kemelut pada grup Samyukta Loktantrik Madhesi Morcha Madhesi serta otoritas setempat.

Seperti yang diwartakan Press TV, konstitusi nasional yang baru mempunyai tujuan untuk merestrukturisasi Nepal sebagai negara federal, yang semula terbagi dalam enam jadi tujuh propinsi.

Beberapa anggota grup marjinal menuntut propinsi yang terpisah untuk mereka sendiri. Kelompok-kelompok yang protes keras, mencakup Madhesi serta etnis minoritas Tharu. Dua etnis yang paling banyak menempati dataran selatan negara ini.

Mulai sejak 24 September 2015, beberapa pengunjuk rasa protes konstitusi nasional yang baru dengan memblokir jembatan penyebrangan paling utama pada Neap serta India. Mengakibatkan, beberapa supply industri tersendat serta memotong ketersediaan bahan bakar nasional.


No comments:

Post a Comment