AS-Rusia Terikat MoU Operasi Serangan Udara di Suriah
DAVOS – Untuk hindari kesalahpahaman dalam semasing operasi serangan hawa di Suriah dalam rencana memerangi ISIS, Amerika Serikat (AS) serta Rusia mencuatkan perjanjian berbarengan.
Suatu deal yang diresmikan berbentuk Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman, sudah dikerjakan melalui konfirmasi perwakilan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) AS yang ikut menghadiri komunitas intenasional di Davos, Swiss.
Terlebih dulu, acap berlangsung miskomunikasi pada dua negara adidaya ini. Terutama sesudah Rusia turut memperlancar serangan hawa ke basis-basis ISIS di Suriah, mulai sejak 30 September 2015 lantas.
Sesaat AS sendiri, telah memperlancar serangan koalisi sejak September 2014 – tanpa ada izin pemerintah Suriah dibawah Kepresidenan Bashar al-Assad serta tanpa ada kesepakatan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB).
“Kami telah miliki MoU dengan Rusia, berkaitan operasi hawa di Suriah. Walau demikian, kerja sama diantara kami cuma terbatas hingga di situ, ” ungkap juru bicara Kemenhan AS, Peter Cook, diambil Sputnik, Sabtu (23/1/2016).
Masih tetap masalah operasi memerangi ISIS, Komando Pasukan Spesial AS menyebutkan kekhawatirannya bakal menebarnya beberapa militan ISIS, ke Afrika Utara.
Mulai sejak Oktober 2015 lantas, Tubuh Intelijen Kemenhan AS, telah memperkirakan kalau beberapa militan ISIS di Irak serta Suriah membidik Libya sebagai basis-basis baru mereka, pasca-sejumlah basis mereka digempur AS serta Rusia.
Belum lagi, nampak laporan kalau pemimpin ISIS di Irak, Abu Omar, telah ada di Libya untuk mempersiapkan “suaka” baru buat beberapa pejabat ISIS yang lain yang sekarang ini masih tetap di Suriah serta Irak.
“Ada kecemasan mengenai (masuknya ISIS) di Libya. Mereka akan tidak cuma bercokol di Irak serta Suriah, ” ungkap Panglima Komando Pasukan Spesial AS, Jenderal Joseph Votel.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment