Arab Saudi Tidak Terlahir sebagai Musuh Iran
NEW YORK – Arab Saudi mengambil keputusan jalinan diplomatik dengan Iran pada Minggu 3 Januari. Pemutusan itu dikerjakan selesai nampak memprotes keras berbuntut rusuh di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi di Iran. Memprotes bermunculan selesai Kerajaan Arab Saudi mengeksekusi mati Syeikh Nimr al Nimr.
Duta Besar Arab Saudi untuk PBB, Abdallah al Mouallimi, menilainya kemelut akan tidak merubah sistem perundingan damai untuk perseteruan Yaman serta Suriah. Pria berkacamata ini malah menuding Iran tak berlaku suportif dalam sistem damai itu. Walau demikian, Al Mouallimi menyebutkan Iran tidaklah musuh alami untuk Arab Saudi.
“Kami tak terlahir untuk jadi musuh Iran, ” tutur Al Mouallimi, seperti ditulis Reuters, Selasa (5/1/2016).
Pernyataan itu dilontarkan Al Mouallimi dalam konferensi pers di markas PBB, New York, pada Senin 4 Januari malam saat setempat. Waktu di tanya apa yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan jalinan, Al Mouallimi mensyaratkan Iran mesti berhenti mencampuri masalah dalam negeri negara lain, termasuk juga Arab Saudi.
“Jika mereka berhenti mencampuri masalah dalam negeri kami, sudah pasti jalinan ke-2 negara bakal berangsur normal kembali, ” janji Al Mouallimi.
Putusnya jalinan diplomatik ke-2 negara bikin Arab Saudi hentikan semua penerbangan dari serta menuju Iran. Walau demikian, negeri kerajaan itu berjanji kemelut akan tidak punya pengaruh pada masalah keagamaan. Mereka menanggung umat Islam Iran terus bisa ikuti beribadah haji serta umrah walau jalinan ke-2 belum kembali normal.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment