Selamat Datang Di Blogspot Judi Online Terpercaya Sikibet.com Silahkah Chat Dengan Costumer Service Kami Jika Ada Yang Ingin Di Tanyakan Trimakasih :)

Tiga Siswi Digilir, Sembilan Pelajar di Purwakarta Dibekuk



PURWAKARTA - Polres Purwakarta mengamankan sembilan pelajar laki-laki yang rata-rata berumur dibawah usia. Mereka di tangkap lantaran disangka juga sebagai pelaku pemerkosaan pada tiga siswi yang masih tetap duduk di bangku SMP serta SD di Kabupaten Purwakarta.

Ke-sembilan pelajar pelaku pemerkosaan yang diamankan polisi, tiga orang salah satunya masih tetap duduk di bangku SMP serta enam pelajar yang lain yaitu pelajar SMK.

Korban pemerkosaan itu yaitu, Ne (15) warga Cibogo Girang, Kecamatan Plered. Siswi kelas III SMP ini diperkosa oleh Ab (16) serta Im (16) pada 27 November 2015.

Korban yang lain berinisial Mr (15). Pelajar SMP asal Desa Panyindangan Kecamatan Sukatani ini diperkosa pada Kamis 10 Desember 2015 oleh tersangka Sd (16), Dd (17), serta Rb (16).

 " Dari dua peristiwa ini, modus operandinya pelaku berikan minuman keras serta obat penenang pada korban sampai tidak sadarkan diri. Korban lalu diperkosa dengan cara bergiliran, " kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Dadang Garnadi, Selasa (15/12/2015).

Korban ketiga yaitu gadis cilik berumur berusia 11 th. berinisial Ls. Pelajar SD di Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta Kota ini diperkosa oleh Dmf (17), Mr (16), Ma (15) serta Mr (15).

Siswi SD bertubuh bongsor itu, kata Dadang dirayu oleh beberapa korban sampai pada akhirnya dipaksa untuk melayani nafsu beberapa tersangka yang masih tetap berstatus pelajar itu.

 " Penangkapan dikerjakan sesudah polisi lakukan pengembangan atas laporan beberapa korban yang di dukung hasil visum. Beberapa pelaku yang dibekuk rata-rata berumur 15 sampai 17 th. ini diamankan di tiga tempat tidak sama, yakni di lokasi Plered, Sukatani serta Purwakarta Kota, " jelas dia.

Sekarang ini, ke-sembilan tersangka masih tetap melakukan kontrol di Mapolres Purwakarta. Dadang mengakui miris lihat masalah pencabulan ini dimana pelaku ataupun korban masih tetap berstatus pelajar.

 " Seluruhnya masalah pencabulan ini berlangsung saat malam hari. Berdasar pada info yang kami bisa, korban meminta izin orang-tua mereka untuk bermalam dirumah rekan sekolah. Kenyataannya si korban jadi bergaul malam hari berbarengan rekan lelakinya. Jadi, saya lihat satu diantara karena kenapa berlangsung masalah ini lantaran lemahnya pengawasan orang-tua, " pungkas dia.

No comments:

Post a Comment