Selamat Datang Di Blogspot Judi Online Terpercaya Sikibet.com Silahkah Chat Dengan Costumer Service Kami Jika Ada Yang Ingin Di Tanyakan Trimakasih :)

Teroris Serang Charlie Hebdo, 12 Orang Tewas



PARIS – Kantor Majalah Charlie Hebdo di Paris jadi tujuan penembakan tiga orang pada 7 Januari 2015 siang saat setempat. Insiden itu menewaskan 12 orang termasuk juga serta melukai 11 yang lain. Dua orang polisi ikut jadi korban tewas.

Majalah Charlie Hebdo populer dengan kartun-kartun mereka yang kontroversial. Mereka tak segan-segan bikin kartun satir berlatar belakang agama. Kritik pada agama yaitu hal yang umum didunia Barat. Tetapi, buat ketiga pelaku yang datang dari Timur-Tengah, apa yang diperbuat Charlie Hebdo tidaklah dapat di terima.

Majalah mingguan itu di ketahui menggambar kartun satir yang dikira mengejek Nabi Muhammad SAW. Sekian hari saat sebelum penembakan berlangsung, Charlie Hebdo bikin kartun dengan gambar pemimpin ISIS, Abu Bakar al Baghdadi yang digambarkan juga sebagai serigala kesepian.

Ketiga pelaku mulai lakukan serangan pada jam 11 siang saat setempat. Pelaku menembak serta membunuh seorang di pintu masuk. Kemudian pelaku masuk ke lantai dua serta menembaki delapan jurnalis yang tengah rapat redaksi, seseorang polisi yang tengah bertugas mengawal direktur editorial, dan seseorang tamu.

Ketiga pelaku pernah tiga kali ikut serta kontak senjata dalam insiden ini. Pertama, dengan petugas patroli yang merespons panggilan darurat. Ke-2, dengan dua polisi yang mengendarai sepeda. Ketiga, dengan petugas polisi di mobil patroli. Kemudian, mereka coba melarikan diri ke timur Paris.

Seseorang polisi Muslim bernama Ahmed Merabet ikut jadi korban tewas. Merabet terserang beberapa pelaku diluar kantor majalah waktu coba menghindar beberapa pelaku. Ketiga pelaku bernama Said Kouachi (34), Cherif Kouachi (33), serta Hamyd Mourad (19). Cherif di ketahui pernah dipenjara tiga th. pada 2008 atas keterlibatannya dengan grup jihadis Irak. Hamyd lalu dibebaskan sesudah dapat dibuktikan tak bersalah.

Netizen merespons insiden itu dengan berkicau di media sosial memakai tagar #JeSuisCharlie. Presiden Prancis, Francois Hollande juga menyebutkan 8 Januari 2015 juga sebagai hari berkabung nasional. Insiden itu adalah yang ke-2 kalinya pada Charlie Hebdo. Pada November 2011 kantor majalah itu terserang bom sesudah menghadirkan karikatur Nabi Muhammad SAW.

Nyatanya, sehari lalu, tepatnya pada 8 Januari 2015 yang dinyatakan juga sebagai hari berkabung nasional, berlangsung kembali suatu penembakan di selatan Paris. Kesempatan ini, seseorang polisi wanita bernama Clarissa Jean-Philippe jadi korban tewas. Wanita 27 th. itu di ketahui baru bertugas sepanjang 15 hari juga sebagai polisi Prancis.

No comments:

Post a Comment