Tarif TransJabodetabek Mahal, Pemprov DKI Berniat Beri Subsidi
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengharapkan, Kementerian Perhubungan menghibahkan kendaraan yang dipakai untuk TransJabodetabek pada Pemerintah Propinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
" Saya katakan ke Pak Jonan (Menteri Perhubungan), tidak usah lagi kasih TransJabodetabek, warga Tangerang, Bekasi bayarnya masih tetap mahal. Meskipun mereka masuk TransJakarta tidak bayar, pulangnya bagaimanakah? Orang bila ingin irit bagaimana? Mereka nunggu di lampu merah loh bila ingin pulang. Bekasi tidak ingin TransJakarta itu yang kacau, " kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/12/2015).
Menurut Ahok, dengan mengoperasikan TransJabodetabek, Pemprov DKI Jakarta bisa memberi subsidi seperti KRL.
" Maka dari itu saya katakan, kasih saja ke DKI, operasikan atau PPD kita bayar rupiah per km., hingga kebanyakan orang di Tangerang atau Bekasi yang kerja di Jakarta, bayarnya Rp3. 500, pergi serta pulangnya sama. Cost ini namanya PSO (public service obligation). Ini keharusan kita melayani umum, " ulasnya.
Ahok memberikan, pihaknya akan mengaplikasikan system harian. Nanti, tiap-tiap orang cuma bakal dikenakan cost Rp7. 000 /hari, untuk memakai semua angkutan umum di Jakarta. Sesaat, untuk pekerja, yang upahnya sesuai sama Gaji Minimal Propinsi (UMP), dapat bisa nikmati sarana angkutan umum dengan cara gratis.
" Saya bakal cobalah, yang upah UMP tak perlu bayar naik bus. Anda bakal mulai ninggalin motor. Kita bakal mulai siapkan system piket harian. Anda bayar Rp7. 000, bebas naik angkutan umum di semua Jakarta, turun naik tak perlu bayar lagi. Ini sisi dari PSO kami, " tuturnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment