Tak Kunjung Konpres, Jenderal Gatot Diboikot
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo diboikot oleh beberapa mass media. Permasalahan ini berawal sesudah jenderal bintang empat itu mengemukakan laporan hasil TNI Manunggal Bangun Desa (TMMD) 2015 sekalian buka rapat Paripurna TMMD ke-36 di Balai Kartini, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jkarta Selatan, Kamis (3/12/2015).
Sedianya, bekas KSAD itu akan mengadakan konferensi pers (konpres) berkenaan beberapa gosip sesudah temu purnawirawan yang juga berjalan di Balai Kartini. Bahkan juga, beberapa perlengkapan pengeras nada juga sudah disediakan oleh staf penerangan TNI AD.
" Sebentar lagi, " tutur staf itu sekira jam 11. 30 WIB.
Tetapi, sampai siang hari, pimpinan militer paling tinggi itu juga tidak kunjung menjumpai mass media yang telah menanti di pelataran gedung.
" Kita telah nungguin ini, tak jadi konpres, " tutur salah mass media tv yang malas dimaksud namanya di tempat.
Alhasil, beberapa wartawan tv juga wafat tripod di pelataran juga sebagai bentuk memprotes. Sekira jam 13. 00 WIB, Gatot lalu meninggalkan gedung lewat pintu depan.
" Panglima telah balik, melalui depan, " kata satu diantara wartawan media bikin yang lalu ngeluyur menuju parkir sepeda motor.
Pada awal mulanya, lewat laporan TMMD 2015, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyebutkan, manfaat meraih hasil yang lebih maksimal, jadi sudah diputuskan daerah sebagai prioritas tujuan TMMD yaitu, diprioritaskan desa atau kelurahan yang memperoleh prioritas pembangunan.
" Diantaranya daerah miskin atau tertinggal, daerah terisolir atau terpencil, daerah perbatasan atau pulau-pulau terluar, daerah kumuh perkotaan, serta daerah yang terserang disebabkan bencana alam atau bencana sosial yang lain, " papar Gatot.
Setelah itu, desa atau kelurahan yang mungkin tetapi belum dapat melakukan pembangunan sendiri. Paling akhir, daerah riskan yang dilihat dari sisi ketahanan lokasi serta kestabilan keamanan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment