Surat Terbuka Aremania untuk Presiden Jokowi #AremaBerduka
MALANG – Bentrok yang berlangsung pada Bonek Surabaya dengan Aremania berlangsung di Sragen Jawa Tengah, Abtu 19 Desember 2015. Bentrok itu juga berbuntut dengan tewasnya dua suporter Aremania.
Insiden itu tidak pelak jadi perhatian dari beragam kelompok termasuk juga Presiden, Joko Widodo (Jokowi). Tetapi, perhatian spesial ditunjukan oleh beberapa Aremania. Bahkan juga satu diantara mereka hingga kirim surat pada Jokowi untuk mengusut selesai kasut itu.
Tersebut surat terbuka dari Aremania bernama Nelly :
“Dengan Hormat,
Insiden penghadangan Aremania oleh suporter kesebelasan lain di Sragen, yang selesai dengan jatuhnya korban wafat dunia, mesti betul-betul ditindak lanjuti dengan cara hukum, janganlah hanya himbauan.
Setelah itu mesti betul-betul ada jaminan keamanan serta kenyamanan dalam proses aktivitas berolahraga yang paling disukai warga bangsa ini.
Setelah itu insiden Sragen ini mesti jadi perhatian serius dari aparat keamanan serta pemerintah pusat, lantaran apabila dilewatkan bakal menimbulkan ego sentris yang pada gilirannya menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa.
Juga sebagai seseorang ibu, saya sangatlah prihatin dengan kondisi ini, serta sangatlah besar harapan saya pada Ayah Presiden Jokowi serta Ayah Kapolri Jendral Badrodin Haiti, untuk terwujudnya kondisi yang aman serta kondusif.
Juga sebagai seseorang ibu, saya perlu jaminan supaya momen memilukan ini tak berlangsung lagi, terutama pada suporter sepakbola. Seperti kita kenali, sepakbola tak sebatas berolahraga, namun sekalian hibura fresh serta murah meriah yang sangatlah disukai.
Berolahraga terutama sepakbola, juga sama denga sportifitas, yang semestinya dapat jadi fasilitas pemersatu anak bangsa. Namun mengapa yang berlangsung malah demikian sebaliknya?
Fakta ini sangatlah memperihatinkan. Karenanya, pada bapak-bapak, mohon peristiwa Sragen ini betul-betul memperoleh perhatian serta aksi serius dan tegas.
Saya jadi ajukan pertanyaan pada diri sendiri, benar kah anak bangsa ini tengah sakit? Pada akhirnya, kami perlu jalan keluar serta jaminan bukanlah himbauan. Mudah-mudahan, selekasnya ada jalan keluar kongkret. Salam satu jiwa. Nelly, kota Malang. "
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment