Sekjen PBB: Perbudakan Modern Harus Diakhiri!
NEW YORK – Sekjen PBB, Ban Ki-moon ikut memperingati Hari Penghilangan Perbudakan Internasional yang senantiasa jatuh pada 2 Desember. Namun sayangnya menurut Ban Ki-moon, perbudakan masih tetap eksis dengan beragam bentuk.
Beratus-ratus tahun lantas, negara-negara kolonial jadikan beberapa orang Afrika juga sebagai budak untuk dibawa serta diperjualbelikan, hingga pada akhirnya dipekerjakan dengan cara tak manusiawi.
“Peringatan (hari penghilangan perbudakan) di th. ini ditujukan pada beberapa wanita yang menanggung derita serta tewas sepanjang perdagangan budak, ” tutur Ban Ki-moon, diambil Merinews, Rabu (2/12/2015).
“Mereka alami kekerasan yang mengerikan, termasuk juga perbudakan seksual serta reproduktif, prostitusi dengan cara paksa, pelecehan seksual yang berulang, dan pemaksaan untuk melahirkan anak untuk penjualan anak, ” imbuhnya.
Tetapi walau Hari Penghilangan Perbudakan Internasional telah diputuskan mulai sejak 2 Desember 1986, perbudakan tersebut masih tetap eksis dalam sebagian bentuk. Sebut saja buruh paksa, perdagangan manusia, sampai eksploitasi seksual.
“Praktek itu yaitu kejahatan terburuk serta aib pada histori umat manusia. Praktek-praktek (perbudakan moderen) itu takkan eksis tanpa ada rasisme mendalam, ” sambung Sekjen PBB itu.
“Pada hari peringatan (Penghilangan Perbudakan) ini, saya menyerukan pembaruan prinsip kita untuk mengakhiri perbudakan moderen, supaya anak-anak kita dapat hidup didunia tanpa ada rasisme serta prasangka dengan peluang serta hak yang sama untuk seluruhnya, ” tandasnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment