Selamat Datang Di Blogspot Judi Online Terpercaya Sikibet.com Silahkah Chat Dengan Costumer Service Kami Jika Ada Yang Ingin Di Tanyakan Trimakasih :)

Rumah untuk Gelandangan di Yogya Terancam Ambrol


YOGYAKARTA - Perumahan yang ditujukan untuk pengemis, gelandangan, serta orang terlantar (PGOT) yang dijanjikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, yang semestinya dapat dihuni pada Desember 2015 itu terancam ambrol karena tanah longsor.

Relokasi PGOT atau yang di kenal dengan program " Desaku Menunggu " di dusun Doga, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta, yang dikunjungi Mentri Sosial Khofifah Endar Parawangsa pada 1 November lantas dijanjikan dapat dihuni pada 18 Desember 2015.

Tetapi, dari pentauan di tempat tempat tinggal sejumlah 40 unit beberapa terancam longsor. Talud atau penanhan tanah supaya tak longsor, yang di buat telah tergeser oleh gerusan air hujan sekian waktu lalu. Belum ada instalasi listrik ataupun air yang terpasang.

Tempat tinggal yang ada di lereng perbukitan itu berupa tiga baris di buat bertingkat. Lokasi-lokasi telah tergerus air, jarak tempat tinggal dengan talud cuma berjarak 1 mtr.. Tempat tinggal nomer 25 hingga 32 terancam longsor.

 " Mulai sejak musim penghujan tempo hari, tempat itu telah mulai longsor, " kata Ngadinah, warga yang mengerjakan tempat di seputar tempat Selasa (29/12/2015).

Tanah yang di bangun jadi tempat tinggal yang di bangun oleh Dinas Sosial DIY ini kemungkinan bakal ambrol apabila terus-terusan diguyur hujan. Dari ketiga tingkat, cuma teratas yang telah dipasang talud permanen.

 " Kemungkinan bila hujan lagi dapat ambrol, lantaran tanahnya memanglah labil, " terangnya.

Pada awal mulanya, pemerintah kabupaten Gunungkidul kirim surat ke Pemda DIY supaya membahas lagi pembangunan tempat tinggal PGOT itu. Karena mempunyai kemiringan 40 derajat, di kuatirkan riskan longsor.

Diluar itu, dalam pembangunan semestinya melakukukan kajian tata ruangan dengan cara detil. Pihaknya mengharapkan pemerintah DIY bisa selekasnya menindak lanjuti permasalahan itu. " Bila memanglah ini masuk kelompok riskan bencana, saya rasa dapat dihentikan sistem pembangunannya, " kata Petinggi Bupati Gunungkidul Budi Antono.


No comments:

Post a Comment