Pria Kaya Ini Dihargai FBI Sebesar Rp70 Juta
TEXAS - Barangsiapa yang dapat temukan pria ini serta melaporkannya ke polisi, ia bakal dihadiahi USD 5. 000 atau sekira Rp70 juta. Sekian pengumuman yang dikeluarkan kepolisian Texas, seperti diwartakan oleh Telegraph, Sabtu (19/12/2015).
FBI, US Marshals Service serta kepolisian Texas dikerahkan untuk memburu seseorang anak konglomerat yang diputus bersalah oleh pengadilan setempat, berkenaan masalah pembunuhan yang menewaskan empat orang pejalan kaki. Ia melarikan waktu melakukan saat percobaan hukuman, disangka ia dibawa kabur oleh ibunya.
Ethan Couch (18), mabuk berat serta menabrakkan mobil curiannya ke trotoar pada th. 2013. Karena masih tetap dibawah usia, pengadilan Amerika tak dapat menjebloskannya ke penjara. Walau, Jaksa Penuntut Umum sudah berupaya menjatuhkan saat kurungan 20 th.. Walau demikian, hakim mengirimnya ke pusat rehabilitasi, untuk melakukan penyembuhan serta memberi saat percobaan hukuman optimal satu dekade.
Ketentuan itu di ambil lantaran hasil tes psikologi tunjukkan, anak muda ini menanggung derita Affluenza, yaitu penyakit psikologi yang umum dihadapi anak-anak dari keluarga kaya raya. Kelainan ini mengakibatkan penderitanya tak dapat membedakan lagi, mana yang benar serta yang salah karena terlampau dimanja oleh orang tuanya. Hingga, Couch tak terasa bersalah sekalipun sesudah menyingkirkan nyawa empat orang. Pengadilan juga mengambil keputusan untuk membawanya ke pusat rehabilitasi.
Masalah Couch menyebabkan kemarahan umum. Orang-orang menilainya penegak hukum Texas sudah mengistimewakan Couch lantaran ia datang dari keluarga kaya.
Tarrant County Sheriff, Dee Anderson menyanggah tudingan umum serta berjanji bakal menguber pemuda itu hingga bisa.
“Kau mungkin lari, namun kau mesti terus melihat ke belakang. Karena kami akan tidak menyerah, kami selalu menguber serta mencarimu, di manapun kau ada, ” tegasnya.
Pro-kontra ini kembali mencuat sesudah timbulnya video Couch berperan serta dalam suatu pesta minuman keras. Hal semacam ini bermakna ia sudah tidak mematuhi ketetapan hukuman percobaannya. Tetapi, saat akan diinterogasi, polisi temukan tempat tinggalnya kosong melompong.
" Ini (masalah Couch) mengerikan. Lepas dari penyakit Affluenza-nya, (video) Ethan Couch tunjukkan dengan cara terang-terangan bahwa ia tidak acuh pada hukum, serta ia mesti bertanggungjawab, " kecam Presiden Gerakan Ibu Menentang Pemabuk Berkendara, Colleen Sheehey-Church.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment