Selamat Datang Di Blogspot Judi Online Terpercaya Sikibet.com Silahkah Chat Dengan Costumer Service Kami Jika Ada Yang Ingin Di Tanyakan Trimakasih :)

Presiden Didesak Cabut SP3 14 Perusahaan Pembalak Liar


PEKANBARU - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disuruh serius mengatasi masalah kejahatan kehutanan terutama di Riau. Dimana masalah yang disangka melibatkan anak dua perusahaan pulp serta kertas paling besar di Asia Tenggara yaitu PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) serta PT Indah Strategi Pulp and Paper (IKPP).

Tekanan ini disibakkan beberapa aktivis pegiat lingkungan seperti Jaringan Kerja Penyelamat Rimba Riau (Jikalahari), Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) serta Indonesian Corruption Watch (ICW).

Koordinator Jikalahari, Woro Supartinah menyebutkan, Presiden Jokowi mesti menekan pihak kepolisian untuk buka kembali masalah pembalakan liar yang dikerjakan 14 perusahaan di Riau yang kasusnya di berhentikan sesaat (SP3/Surat Penghentian Penyidikan Penyidikan).

 " Sepanjang setahun pemerintahan Jokowi, kita saksikan memberikan perbaikan berkenaan permasalahan kehutanan. Karenanya, kita meminta Presiden Jokowi supaya menekan Kapolri buka kembali masalah kejahatan kehutanan di Riau yang melibatkan 14 perusahaan konsesi, " kata Woro Supartinah di Pekanbaru, Selasa (22/12/2015).

Tekanan pembukaan kembali masalah kejahatan yang disangka dikerjakan korporasi, sebut Woro, lantaran hari itu masalah SP3 kejahatan 14 perusahaan 'berulang tahun' yang ke-7 th.. " Masalah SP3 14 perusahaan berlangsung pada 22 Desember 2008 lantas oleh Polda Riau, " tuturnya.

Walau sebenarnya, sambung Woro, masalah kejahatan yang disidik polisi satu tahun lebih lantas merugikan negara sekira Rp2 ribu trilian. Pada 2006 hingga 2008, Kapolda Riau yang waktu ini di Komandoi Brigjen Sutjiptadi sukses menyeret 14 perusahaan nakal ke ranah hukum. Tetapi, saat sebelum kasusnya dapat bergulir ke pengadilan, Sutjiptadi yang di kenal tegas memberantas masalah ilegal logging yang bermain di izin kehutanan ini didongkel dari jabatannya.

Jabatan Kapolda Riau bertukar ke Brigjen Hadiatmoko pada 2008. Tak lama berselang, pada 22 Desember 2008, Brigjen Hadiatmoko menginformasikan masalah 14 perusahaan pelaku ilegal logging dihentikan.

 " Kita telah mempunyai bukti baru pada 14 perusahaan itu. Kita berharap bukti yang kita punyai dapat buka kembali tabir 14 perusahaan itu, " katanya.

Tersebut 14 perusahaan yang di SP3 Polda Riau th. 2008 lantas : 

Pemasok bahan baku untuk PT RAPP 

1. PT Merbau Pelalawan Lestai

2. PT Mitra Kembang Selaras

3. PT Madukoro

4. PT Citra Sumber Sejahtera

5. PT Bukit Betabuh Sei Indah

6 PT Nusa Sempurna Manunggal

7. PT Anugerah Bumi Sejahtera

Pemasok bahan baku untuk PT IKPP 

8. PT Inhil Rimba Pratama

9. PT Ruas Paling utama Jaya

10 PT Arara Abadi

11 PT Suntara Gajah Pati

12 PT Bina Duta Laksana

13 PT Rimba Mandau Lestari

14 PT Wana Rokan Bonai Perkasa


No comments:

Post a Comment