Korban Kecelakaan Maut di Medan Ditabrak saat Bermain Pasir
MEDAN - Pengemudi mobil Toyata Innova BK 1899 UB, Linda Rusli (52) menabrak tiga bocah yang tengah bermain di Jalan Pukat 1/Jalan Mandailing, tepatnya di Perumahan Pukat Jantion, Kelurahan Bantan, Lingkungan 13, Kecamatan Medan Tembung, Rabu (2/12/2015).
Disebabkan momen itu, Raisyah Afriani (3) warga seputar tewas di tempat selesai kepala balita yang belum sekolah itu, terlindas ban mobil depan tersangka. Sesaat dua rekannya alami luka.
Berdasar pada info yang dikumpulkan di tempat peristiwa mengatakan, kecelakaan maut yang merenggut nyawa balita itu berlangsung karena perlaku yang bermalam dirumah orangtuanya, disangka tergesa-gesa untuk pergi kerja.
Waktu masuk ke mobil serta menghidupkan mensinnya, tersangka keluar dari areal perumahan punya orangtuanya serta mau memutar arah dengan lihat arah belakang untuk mengatur laju mobilnya ke depan.
" Ibu itu (tersangka) ingin keluar pergi kerja. Ku rasa cepat-cepat dia. Jadi saat ngatur mobilnya ingin keluar, dia ngelihat ke belakang serta ku rasa gas ke depan. Walau sebenarnya disitu kerap anak-anak bermain. Namun ibu itu tidak hati-hati serta segera nabrak gitu, " sebut warga setempat yang tidak ingin namanya ditulis.
Nahas, di saat berbarengan, dua bocah malang yang tengah bermain pasir di depan mobil tersangka tidak tampak oleh Linda sampai tertabrak menghantam keduanya. Satu diantara rekan korban Dimas, pernah mengelak dari mobil sampai tidak alami cedera. Juga demikian, Dimas serta Zery Ferdian syok lihat ceceran darah rekan sepermainannya yang tewas di hadapannya.
" Tidak tega kami lihatnya bang. Itu anak-anak disini serta umum main, hingga pecah kepalanya terlindas ban mobil ibu itu. Bila rekannya (Zery Ferdian) cuma luka saja. Serta si Dimas tidak apa-apa, hanya agak ketakutan gitu, " tuturnya lagi.
Tidak lama sesudah korban dibawa ke rumah sakit, tersangka juga dibawa ke Pos Lalu Polsek percut. Dalam pemeriksaannya, Linda yang telah menjanda karena bercerai dengan suaminya itu, mengakui bila dianya dengan cara tidak berniat menabrak korban waktu akan pergi kerja ke Toko di Jalan Cemara, Percut Sei Tuan.
" Saya tidak berniat pak, saya ingin mutar mobil untuk pergi kerja dari rumah orang-tua saya. Tidak keliahatan ada anak-anak itu bermain di depan saya. Saya juga terperanjat, " kata Linda diruang Penyidik Pos Lalu.
Nyaris sama yang dituturkan kakak kandungnya, Rusli Akbar (54). Rusli mengakui peristiwa itu bukanlah unsur kesengajaan. Karenanya, pihaknya berjanji bakal mengatur serta bertanggungjawab atas korban baik yang wafat maupun luka.
" Adik saya tuturnya tak berniat menabrak bocah itu. Namanya nahas, kita dapat apa? Lagian kebanyakan orang tidak ingin seperti ini. Yah, kita juga bakal bertanggungjawab. Tadi juga telah ada perwakilan keluarga mereka yang kita temui. Soalnya kita warga di situ juga, maka dari itu tadi adik saya (tersangka) tidak diapa-apain, " katanya.
Dikatakannya lagi, bila dianya tahu peristiwa itu dari warga yang berteriak histeris serta tahu sesudah ke tempat bahwa pelaku penabrakan yaitu adik kandungnya.
" Saya taunya, cocok ramai orang, tuturnya ada nabrak anak-anak ingindara mobil Innova, disitu saya telah berpikir itu Linda adik saya. Lantas saya datangi. Di situkan komplek perumahan, semestinya anak-anak dilarang main di situ. Lagian telah dilarang, namun terus anak-anak di situ mainnya. Ini memanglah telah kehendak yang diatas, jadi kami bakal bertanggungjawab, " katanya.
Atas peristiwa itu, tersangka Linda, dikenakan Pasal 130 KUHP untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.
" Aksi yang kita kerjakan waktu dilokasi, membawa jasad korban serta korban luka ke RS Muhammadiyah untuk memperoleh VER-nya. Serta saat ini telah dibawa ke rumah duka, tersebut korban luka. Sedang tersangka, masih juga dalam kontrol serta dikenakan pasal 130 lantaran lupa, " Kanit Lalu Percut Sei Tuan, AKP Suprihanto.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment