Kapal Indonesia Tenggelam di Selat Karimata
.BALIKPAPAN - Lima awak kapal Kapal Monitor Motor Arief Sosial, pengangkut pupuk yang terbenam di Selat Karimata, Senin 13 Desember 2015, sukses diselamatkan kapal Deep Ocean yang kebetulan melintas dalam maksudnya ke Balikpapan, Kalimantan Timur.
" Keadaan mereka seluruhnya cukup baik, karena mereka tak lama terapung-apung di laut, " kata Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Balikpapan Kolonel Arief Budiman, Rabu (16/12/2015) malam.
Beberapa korban yaitu kapten kapal Jamaluddin, umur 40 th. asal Muara Baru, Cilincing Jakarta Utara, masinis kapal atau juru mesin Sumarwoto (54) dari Perak, Surabaya, mualim kapal bernama Bando (60) asal Tangerang, Banten, pembantu juru mesin Darwis (45) dari Kalibaru, Jakarta Utara serta juru mudi Mansyur (60) dari Pandeglang, Banten.
Dari pembicaraan beberapa anak buah kapal (ABK) itu di ketahui KLM Arief Sosial yaitu punya PT Deramas Putra, Jakarta. Kapal terbenam di utara Pulau Belitung.
Kapal Deep Ocean temukan beberapa ABK pada titik koordinat 3 derajat 14 menit 38 detik Lintang Selatan serta 109 derajat 39 menit 42 detik Bujur Timur pada jam 12. 30 Saat Indonesia Tengah atau saat yang ditunjukan dari jam yang ada di kapal. " Waktu itu laut berombak dengan ketinggian pada 3 sampai 4 mtr., cuaca dalam situasi hujan, " kata Arief Budiman.
Dari anjungan, Perwira Jagalah Deep Ocean lihat ada benda berwarna orange serta potongan-potongan kayu terombang-ambing di laut. Dari jarak 300 mtr., dengan memakai teropong tampak bahwa benda itu yaitu jaket penyelamat serta tampak lima orang mengenakannya serta berpegangan pada kayu-kayu yang terlihat seperti pecahan kapal.
" Jadi nakhoda Deep Ocean memerintahkan penyelamatan. Sekoci di lambung kiri kapal selekasnya di turunkan serta 2 ABK Deep Ocean menjemput ke lima korban, " kata Danlanal.
Beberapa korban selekasnya dinaikan ke Deep Ocean serta dievakuasi ke klinik kapal. Dari kontrol dokter kapal, dinyatakan keadaan beberapa ABK cukup baik.
Menurut pembicaraan Jamaluddin, KLM Arief Sosial yaitu milit PT Beramas Putra Jakarta, perusahaan yang dipunyai Baharuddin yang tinggal di Kampung Jabat, Jakarta Utara. KLM Arief Sosial berbobot mati 600 ton.
KLM Arief Sosial pergi dari Pelabuhan Panjang, Lampung, pada Jumat (11/12) dengan maksud Pelabuhan Kendawang di Kalimantan Barat. Kapal membawa kargo berbentuk 500 ton pupuk posfat punya PT Samra Eka Putra di Lampung.
" Pada jam 07. 00 Senin kapal bocor karena dihantam ombak di Selat Karimata. Kami telah pompa keluar air yang masuk dengan tujuh mesin pompa, tetapi air masuk amat cepat karena ombak serta bobot serta muatan kapal, " kata Jamaluddin.
Sembari meminta tolong lewat radio, usaha menambal kebocoran serta memompa air keluar selalu dikerjakan. Tetapi pada akhirnya mendekati jam 08. 00 kapal serta muatan tidak dapat lagi diselamatkan serta terbenam.
Beberapa ABK yang kenakan pakaian pelampung juga terapung-apung di laut sampai ditolong oleh Deep Ocean pada terlepas tengah hari. Deep Ocean yaitu kapal yang disewa Chevron Indonesia Company untuk beroperasi di Balikpapan. Kapal pergi dari Pelabuhan Johor, Malaysia, dengan maksud Pelabuhan Semayang di Balikpapan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment