Gaji Jomplang, Tukang Sampah Gerobak Mogok Kerja
JAKARTA - Warga RT 17 RW 7, Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan, Matraman, Jakarta Timur, di buat resah disebabkan sampah. Pasalnya, timbunan sampah yang menumpuk mulai sejak satu minggu akhir-akhir ini bikin akses jalan masuk ke kampung itu jadi terhalang.
" Ya, warga resah lantaran sampah numpuk di mana-mana. Mereka tak dapat ke mana-mana lantaran kehadiran sampah, itu mulai sejak saat sebelum natal, " tutur satu diantara warga, Retno (60) pada mass media di tempat, Senin (28/12/2015).
Retno memberikan, penimbunan sampah berlangsung karena timbulnya kecemburuan tukang sampah di pemukiman warga. Mereka dibayar cuma Rp250 ribu per bln.. Sesaat petugas pemelihara fasilitas umum (PPSU), digaji sebesar Rp2, 7 juta perbulan.
" Tukang sampah gerobak cemburu, mereka bekerja luar umum. Sesaat PPSU kerjanya cuma sekedarnya namun memperoleh upah yang besar. Sedang tukang sampah cuma digaji Rp250 ribu, " paparnya.
Karenanya, ia meminta supaya petinggi kelurahan sedikit memerhatikan nasib tukang gerobak.
" Kami mengharapkan tukang sampah gerobak jadi PPSU, itu jadi tanggung jawab lurah, agar sampah keangkut, " tukasnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment