FBI Selidiki Penembakan Brutal di LSM Disabilitas Sebagai Aksi Terorisme
SAN BERNARDINO – Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS) sekarang ini selalu menyelidiki masalah penembakan brutal di LSM disabilitas bernama Inland Regional Centre yang menewaskan 14 orang itu.
Menurut FBI, aksi oleh pelaku yang disebut sepasang suami-istri itu bisa digolongkan juga sebagai satu ‘aksi terorisme’.
“Syed Rizwan Farook serta istrinya, Tashfeen Malik, yang disebut dua pelaku penembakan dipercaya sudah berjanji setia pada seseorang pemimpin grup militan bersenjata ISIS, ” tutur Direktur FBI James Comey, seperti diambil Reuters, Sabtu (5/12/2015).
Walau sekian, sampai saat ini Comey menyebutkan pihaknya masih tetap menghimpun bukti bahwa pasangan itu adalah anggota grup ISIS.
Harian The Los Angeles Times yang mengutip suatu sumber penegak hukum federal melaporkan bahwa sang suami, Syed Rizwan Farook (28), mempunyai kontak dengan sekurang-kurangnya dua organisasi militan diluar negeri, termasuk juga Front Nusra yang berafiliasi dengan Al Qaeda di Suriah.
Syed Rizwan Farook di ketahui dilahirkan di AS, sesaat istrinya, Tashfeen Malik (29), adalah seseorang keturunan Pakistan yang tinggal di Arab Saudi sepanjang kian lebih 20 th.. Keduanya tewas dalam baku tembak dengan Kepolisian San Bernardino sebagian jam sesudah tindakan penembakan brutal mereka di satu acara LSM disabilitas Inland Regional Centre.
Pejabat-pejabat di FBI menyampaikan, mereka temukan sinyal tanda persiapan untuk lakukan tindakan penembakan brutal itu seperti pengumpulan persenjataan oleh pasangan itu, serta bukti bahwa mereka berusaha menghancurkan sidik jari digital mereka.
“Berdasarkan info serta kenyataan-fakta yang kami kenali, kami saat ini tengah menyelidiki tindakan mengerikan itu juga sebagai suatu tindakan terorisme, ” tambah Asisten Direktur FBI, David Bowdich, dalam info persnya.
Bowdich menyampaikan, FBI mengharapkan kontrol data yang di ambil dari handphone serta peralatan elektronik lain yang telah dirusak serta diketemukan dalam investigasi bakal mengarah pada motif keduanya untuk lakukan penembakan brutal itu.
Pasangan itu mempunyai dua senapan serbu, dua pistol semi automatis, 6. 100 butir peluru serta 12 bom pipa dirumah mereka, serta Bowdich memberikan, mereka mungkin saja sudah berencana suatu serangan lain.
Janji setia di jaringan media sosial Facebook-nya, dan komentar-komentar yang memberikan pujian pada ISIS di posting pada saat saat sebelum penembakan massal itu berlangsung di suatu account Facebook yang dipercaya punya Tashfeen Malik. Tetapi, sampai saat ini belum terang apakah komentar-komentar itu di posting sendiri oleh Tashfeen Malik atau seorang yang mempunyai akses ke akunnya itu.
Direktur FBI James Comey menyampaikan, investigasi timnya saat ini mengarah pada radikalisasi beberapa pembunuh serta potensi ide oleh organisasi-organisasi teroris asing.
Tetapi, sampai saat ini belum ada bukti terkuak yang mengatakan beberapa pelaku itu sisi dari suatu grup teror yang terorganisasi besar.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment