Selamat Datang Di Blogspot Judi Online Terpercaya Sikibet.com Silahkah Chat Dengan Costumer Service Kami Jika Ada Yang Ingin Di Tanyakan Trimakasih :)

Cerita Pria Miskin yang Tak Bisa Berobat dan Pasrah Dicerai Istri



MAJALENGKA - Sarnita (49) warga Desa Kedungsari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka pasrah dengan penyakit paru-paru basah yang dideritanya. Dia saat ini tak akan dapat pengobati penyakit yang dideritanya lantaran terbatasnya cost yang dipunyai.

Sarnita saat ini tinggal sendiri dirumah saudaranya yang telah tak digunakan lagi, sesudah bercerai dengan istrinya lantaran tak mampu membiayai hidup keluarga. Dia juga tidak ingin tingal berbarengan saudaranya yang letaknya tak demikian jauh dari rumah yang ditempatinya dengan argumen rumah adiknya sempit serta keluarganya banyak, dan cemas penyakitnya menular.

Rumah yang dihuni Sarnita cukup besar 6 X 8 m tetapi, tak berpintu, bahkan juga ruangan depannya tak berdinding hingga seakan teras rumah. Satu ruangan kamar lagi dipergunbakan untuk kandang ayam.

Lantai tempat tinggalnya masih tetap tanah serta berdebu, kamar mandi turut ke rumah tetangganya. Penerangan memercayakan familinya satu buah lampu di kamar tidur.

Untuk keperluan makan mulai sejak satu tahun waktu lalu dia memercayakan adiknya dan belas kasihan dari warga lain. Setelah itu Sarnita mengakui tidak punyai BPJS...

Tidak Punyai BPJS

Menurut pernyataan Sarnita serta Admini, hidup seperti itu telah berjalan mulai sejak satu tahun waktu lalu demikian penyakit yang dideritanya cukup kronis, lantaran pada awal mulanya dia masih tetap bsia bekerja walapun tak optimal hingga bia membiayai hidup sendiri.

“Dulu saya bekerja juga sebagai buruh di Tanggerang, tetapi lalu sakit paru-paru hingga tak dapat meneruskan pekerjaan. Istri saya lantaran tak dibiayai pada akhirnya minta cerai, anak hanya satu dibawa istri saya, ” ungkap Sarnita.

Sarnita mengakui telah berusaha berobat ke Rumah Sakit Paru Sidawangi, di Kuningan tetapi tidak kunjung sembuh walau sebenarnya dia telah berkali-kali berobat kesana atas pertolongan adiknya.

“Karena tak juga sembuh sesaat adik saya telah keluarkan cost besar maka dari itu saya pasrah saja dengan penyakit ini, ” kata Sarnita.

Admini menyampaikan saat ini dia memikul cost hidup kakaknya. Kakaknya sendiri tak mempunyai BPJS maupun memperoleh jatah raskin. “Kakak saya tak memperoleh BPJS, saya juga belum memperoleh jamkesmas maupun BPJS, ” ungkap Admini yang kesehariannya bekerja juga sebagai buruh tani.

Admini sendiri telah berusaha mengajak kakaknya tinggal di tempat tinggalnya tetapi tak bersedia, argumennya tak ada tempat dan cemas menularkan penyakit.

Kuwu Kedungsari Suwaryo, tak bersedia disuruhi komentarnya tentang kehadiran warganya yang sakit serta tinggal dirumah tanpa ada pintu dengan argumen baru menjabat juga sebagai kuwu.

No comments:

Post a Comment