Cegah HIV/AIDS, Fokus Keterlibatan Laki-Laki
NAGOYA - Untuk memperkuat prinsip berbarengan dalam menghindar penyebaran HIV/AIDS di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Batam mengadakan Workshop Penguatan Peran serta Manfaat Pokja Pelabuhan Dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Hotel Bizz Nagoya Newton Lantai 10, Rabu (30/12/2015) tempo hari.
Aktivitas itu adalah satu diantara wadah menyamai persepsi perihal pemahaman HIV-AIDS, lihat dengan cara terang keadaan epidemic yang berlangsung di lokasi semasing, terutama di areal pelabuhan serta mereview penguatan unit kerja.
Peserta workshop itu terbagi dalam Komunitas Orang-orang Perduli AIDS Kota Batam, Perwakilan dari Satpol Air, Kantor Pelabuhan Batam serta intansi berkenaan di lokasi pelabuhan.
Narasumber yang ada dalam workshop itu terbagi dalam Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Drg Chandra Rizal, Kakanpel Kota Batam yang diwakili oleh Hari Suryono.
Ketua KPA Batam, Peter P Pureklolong menyampaikan workshop yang di gelar itu agak tidak sama dari mulanya lantaran memanglah mengutamakan program serta fokus keterlibatan laki-laki dalam program penanggulangan AIDS.
" Lantaran memanglah sampai kini keterlibatan progam semakin banyak pada wanita, sesaat laki-laki ini mempunyai potensi kuat untuk menularkan. Serta mengapa kita pusatkan pencegahan dari mulai pelabuhan lantaran memanglah pelabuhan yaitu tempat kesibukan seluruhnya kapal-kapal yang seluruhnya ABK nya pasti laki-laki lalu bila di darat juga kita pusatkan pada beberapa sopir yang sebagian besar laki-laki, " katanya.
Workshop itu mengundang beberapa stakeholder pelabuhan untuk cobalah mengerti program itu serta mereka disuruh ikut serta untuk segera menndukung program itu.
" Baik ini unsur pemerintah serta pemberdayaan orang-orang. Jadi, disini ada hubungan kerja untuk mengawali pencegahan HIV/AIDS serta apa apapun yang butuh dikerjakan, " tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Drg Chandra Rizal dalam paparannya mengemukakan bahwa mulai th. 1992 sampai th. 2015, pasien HIV/AIDS selalu bertambah. Pasti support seluruhnya pihak dibutuhkan agar bisa menghimpit jumlah pasien itu.
" Ke depan dengan prinsip seluruhnya pihak minimum dapat turunkan frekwensinya, " harapnya.
Seirama dengan ini, mewakili Kankanpel Batam, Hari Suryono mengakui siap menolong menghindar penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immunodeficiency Syndrome (Aids) di seputar Pelabuhan.
" Apa-apa yang dapat kami kerjakan serta sosialisaskia kami siap, " katanya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment