Ban Hitam Untuk Aremania #AremaBerduka
SLEMAN-Kedua tim yang berlaga di babak delapan besar, Arema Cronus serta Surabaya United, menggunakan ban hitam pada pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (19/12) malam. Ban hitam di lengan itu juga sebagai sinyal duka tewasnya dua suporter Aremania, Eko Prasetyo serta Slamet, dalam perjalanan ke Sleman.
Terkecuali menggunakan ban hitam, ke-2 tim juga mengheningkan cipta mendekati kompetisi, tepatnya saat sebelum menyanyikan Indonesia Raya. Memgheningkan cipta juga dikerjakan di pertandingan pada awal mulanya pada Persipura Jayapura kontra Pusamania Borneo FC.
Aremania sendiri menguasai penuh tribun Maguwoharjo serta jumlahnya diatas 20. 000. Mereka beberapa yaitu Aremania yang datang segera dari Malang. Sesaat Bonek sendiri tampak tidak banyak yang ada segera.
Sesungguhnya di pertandingan ini Aremania juga mengibarkan bendera merah-putih raksasa yang disiapkan pada awal mulanya. Tetapi lantaran ada tragedi yang menerpa rekanan mereka, sangat terpaksa bendera raksasa itu baru dibeber di pertandingan paling akhir delapan besar kontra Pusamania Borneo FC kelak.
Sesuai sama perkiraan pada awal mulanya, beberapa puluh ribu Aremania datang segera ke Maguwoharjo serta sampai kick off kondisi di stadion relatif kondusif. " Selama ini kondisi di stadion masih tetap aman. Mudah-mudahan rekan-rekan Aremania terus selamat dalam perjalanan pulang kelak, " ucap Ronny Setya, satu diantara Aremania.
Walaupun barusan ada momen berdarah, Arema ataupun Surabaya United terlihat terus konsentrasi peda kompetisi. Tak tampak permainan kasar atau menjurus pada aksi emosional yang diperlihatkan tim mulai sejak awal pertandingan. Ke-2 tim murni tunjukkan persaingan tehnis.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment