Balita Dua Tahun Ditemukan Tewas Diduga Disiksa Ayah Tiri
CIREBON - Seseorang balita berinisial LF (2) di Cirebon, Jawa Barat, wafat dunia disangka lantaran berulang-kali dianiaya oleh bapak tirinya berinisial Tar (29).
Seperti yang berlangsung pada 29 November lantas waktu Tar serta istrinya (ibu kandung LF) menjemput LF dirumah sang nenek. Tar pernah memangku LF tetapi bocah 2 th. itu buang air besar di celana sampai tentang celananya.
Tar lalu memukul LF. " Pukulan Tar tentang tulang pipi atas LF, " ungkap Kapolres Cirebon Kota, Eko Sulistyo Basuki pada wartawan di Cirebon, Minggu (6/12/2015).
Tiga hari kemudian, penyiksaan pada LF terulang. Argumen Tar menyiksa juga sama, yaitu lantaran LF buang air besar di celana. Tar meremas perut anak tirinya itu.
Remasan pada perut kembali dikerjakan Tar, waktu LF buang air besar lagi di celana pada 3 Desember 2015 seputar jam 07. 00 WIB. Tar meremas perut Tar sesudah bersihkan kotoran korban.
Tetapi penyiksaan kesempatan ini bikin korban terjatuh di pembatas kamar mandi. " Korban kejang-kejang. Pelaku berbarengan ibu korban membawanya ke RS Pelabuhan Cirebon, " ungkap Eko.
Sesudah dua jam dirumah sakit, nyawa LF tidak tertolong. Korban dinyatakan wafat disebabkan luka kronis di kepala, muka, rahang bawah, dada, perut, pinggang, dan ke-2 tangan serta kakinya.
Kepolisian sendiri, sambung Eko, sudah menghimpun beberapa alat bukti serta berjanji bakal menyelidiki masalah itu sampai selesai. Pihaknya juga lakukan tes kejiwaan pada Tar juga sebagai usaha pendalaman.
Tar sendiri selama ini dijerat UU Nomer 35/2014 perihal Perlindungan Anak serta terancam hukuman penjara 15 th.. " Jangan sempat anak kita diasuh orang tidak bertanggungjawab, " imbaunya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment